Saturday, May 25, 2019

Langkah Dan Cara Melakukan Tune Up EFI lengkap

Tune-up-mobil


a.Dasar Teori.
Banyak orang yang menginginkan kendaraannya awet dan nyaman.Kini banyak kasus mobil terbilang masih baru sudah terasa tidak nyaman bagi pengguna,karena mobil yang kurang perawatan.Mungkin dari hal-hal tersebut disbabkan karena perawatan kendaraan yang kurang benar ataupun bahkan tidak dirawat sama sekali.Dari kasus-kasus itu penulis memilih judul untuk pembuatan laporan "Engine Tune Up".

Cara Kerja Dan Komponen Transmisi Otomatis

            Tune up merupakan servis ringan pada mesin kendaraan yang pekerjaannya berupa pemeriksaan, penyetelan, ganti komponen, dan perawatan mesin. Pekerjaan tune up diperlukan, manakala sebuah kendaraan mengalami gangguan pada mesinnya sewaktu berjalan, seperti ada bunyi kasar, kurang tenaga, atau untuk perawatan berkala dan sebagainya. Melakukan pemeriksaan atau tune-up berarti mencegah terjadinya kerusakan yang lebih berat pada mesin. Pekerjaan tune up harus dilakukan sesuai prosedur dari pabrik pembuatnya, baik urutan pengerjaannya, pemeriksaannya, ukuran penyetelannya dan lain – lain. Alat dan bahan. Alat dan bahan yang diperlukan dalam proses tune up Mesin  adalah:
Adapun resiko apabila kurangnya perawatan pada kendaran:
1. Umur kendaraan tidak bertahan lama;
2. Suara mesin kasar;
3. Kerusakan dari yang ringan hingga mesin tidak dapat hidup sama sekali dan lain-lain.
Di harapakan setelah di susunnya laporan ini siswa dapat mengetahui dan memahami pentingnya perawatan pada kendaraan.Semoga laporan ini dapat menjadi acuan bagi para siswa untuk belajar "Engine Tune Up".

Baca juga :
Cara mencari kabel yang konslet atau berhubungan pendak, atau bahkan mencari SIRKUIT LISTRIK YANG JELEK baca
Cara Cepat Menggunakan Multitester

Langkah Langkah Tune UP EFI


1. Siapkan Alat Dan Bahan

Saipkan alat yang di butuhkan untuk tune up, alat-alat dasar biasanya sudah ada pada tool kit bawaan dari pabrik mobil pembuat. Tapi jika kamu mempunyai kunci-kunci pribadi akan lebih membantu. Siapkan alat sesuai yabg di butuhkan karena setiap mobil menggunakan kunci berbeda-beda.

Secara UMUM pada mobil menggunakan Kunci 10 mm, 12 mm, 14mm, Kunci Busi 16 mm. Kunci ini digunakan pada umumnya untuk kendaraan yang sudah Fuel Injection Atau EFI. Sedangkan untuk kendaraan karbuarator umunya menggunakan busi yang lebih besar dengan ukuran kunci 20,8mm. Jika kunci semua sudah lengkap kita lanjut ke proses tune up.

2. Periksa System Pendingin

Hal yang termudah sebelum kamu membongkar lebih banyak lagi komponen pertama cek system pendingin mobil kamu. Cek dengan seksama dan teliti jika perlu gunakan senter dan spion untuk mengintip area yang sulit terlihat. Hati - hati jika kendaraan masih panas buka tutup radiator dengan perlahan sembari melepas selang reservoir agar tekanan uap terbuang melewati reservoir. Hal ini tidak berlaku pada kendaraan yang mengalami masalah pada sistem pendinginnya.


  • Cek Kebocoran


 Cek apakah ada kebocoran pada system pendingin mobil kamu, biasanya jika ada kebocoran akan ada noda putih pada area yang bocor ataupun noda warna colent yang kamu pakai. Jika terjadi kebocoran putuskan apakah part itu harus di ganti atau bisa di repair. Kebocoran biasanya terjadi pada klem-klem persambungan , tabung reservoir, Selang, Dan kisi kisi radiator.


  • Cek Jumlah Air Pada Tabung Reservoir
Periksa jumlah air yang tertampung pada tabung reservoir, jika kurang tambahkan sampe batas FULL atau MAX tapi saya menyarankan untuk ditambah sedikit melebihi batas full. Jika tabung reservoir kotor, atau airnya keruh bersihkan menggunakan sabun dan kerikit batu kecil kemudian di kocok-kocok hingga kotoran hilang.

  • Cek Kondisi Komponen System Pendingin
Cek secara visula ataupun dengan menyentuhnya, cek apakah radiator kotor berlebih dengan mebuka tutup radiator, lihat pada bagian leher upper tank, jika kotor segera bersihkan ke tukang radiator. Cek apakah tutup radiator masih utuh, tidak kotor, dan kerja katup masih normal dengan cara menekan-nekan karet pada tutup radiator, jika macet ganti tutup. Cek selang apakah kotor dan berkerak, caranya dengan menekan secara pelan selang, jika selang terasa keras segera lah ganti. 

Notic : jiks pada sistem pendingin kotor bahkan berkerak, maka keraknya akan menghambat aliran air, sehingga sirkulasi air akan berkurang dan bisa menyebabkan over hating ataupun komponen radiator akan jebol karena sempitnya jalan sirkulasi air sedangkan tekanan pada sitem pendingin sangatlah besar.

3. Periksa Drive Belt/Tali Kipas

Periksa kekencangan tali kipas, jika terlalu kencang maka akan berdampak pada komponen lain. Jika tali kipas terlalu kencang maka akan menekan kerja dari bearing-bearing yang berhubungan dengan tali kipas tersebut, dan dapat menyebababkan kerusakan pada bearing tersebut, yang jika dibiarkan akan menimbulkan suara abnormal. Cek juga apakah tali kipas mengalami retak-retak, sobek. JIka kondisinya tidak memungkinkan tali kipas bekerja maka segera ganti dengan yang baru. Tali kipas sangat berperan penting pada kerja setiap komponen, jika tali kipas putus ketika mesin berjalan maka akan berdampak pada kerjanya komponen-komponen yang lain, seperti dinamo cas atau alternator, kompresos, power stearing dan lainnya.

4. Cek Kondisi Aki

Aki berguna sebagai penyimpan arus listrik, maka sangat vatal jika aki tiba-tiba rusak atau tekor. Perawatan pada aki berguna untuk mencegah hal itu terjadi. Cek kondisi casing aki apakah mengembug, retak dan sebagainya. Cek juga kondisi air aki, jika kurang dari lower level/ terlihan berkurang maka tambah air aki dengan mengunakan air suling secukupnya. Isilah air aki secukupnya jangan terlalu penuh, jika terlalu penuh maka aki akan mengalami penguapann yang berlebihan dan akan menimbulkan jamur bahkan jika ventilasi tutup pada aki tersumbat dan aki mengalami penguapan  berlebihan maka aki akan meledak. JIka dibengkel resmi pengecekan aki menggunkan alal canggi, disini kita akan menggunakan cara konvensional. Jika aki sudah wajib di ganti maka akan mengalami ciri-ciri seperti, jika kendaraan berhenti cukup lama dan akan di stater maka stater akan berbunyi cengek-ngek jreng (mesin nyala). Ini menandakan bahwa aki sudah wajib diganti karena sudah atau kurang efektiv lagi dalam menyimpan arus listrik.

5. Cek Kebocoran Oli

Ini sangatlah perlu karena mesin membutuhkan pelumsan yang cukup untuk bekerja dengan optimal. Jika pelumasan berkurang maka komponen mesin yang terdiri dari besi-besi maka kan mengalami gesekan, yang akan menyebabkan komponen tersebut mengalami keausan, maka dari itu  kita harus rajin dalam mengecek ketinggian oli. Secara wajar oli pada mesin akan tetap berkurang karena mengalami penguapan bahkan terbakar, namun tidak banyak kurang lebih per 10.000 km secara normal oli yang hilang sebanyak 250 ml.

Tapi jika oli mesin mobil kamu selalu berkurang maka distu ada kebocoran oli baik yang secara terlihat maupun kebocoran yang terjadi di dalam mesin. Secara visula cek ketinggian oli. Oli harus berada sedikit diatas garis full jika mesin belum dinyalakan. Jika mesin duah menyala selama 5 menit maka oli sudah bersikulasi dan ketingian oli akan berkurang biasanya tepat atau sedikit dibawah garis F.

Batas wajar ketinggian oli tidak kurang dari garis Low dengan pengukuran setelah unit di nyalakan selama 5 menit. Cek kebocoran oli yang terlihat secara visual, jika memungkinkan segara ganti seal, jangan hanya memberi sealer saja, karena hanya berdampak sementara.

6. Cek Filter Udara

Filter udara berfungsi sebagai penyaring kotoran udara masuk pada kendaraan bermotor. Jika filter udara kotor maka akan menyebabkan udara yang masuk kedalam ruang bakar terhambat. Akibat dari filter udara kotor sangatlah banyak dan berpengaruh cukup besar ke performa mesin. Diantaramya

  • Mesin Boros
Mesin boros ini di akibatkan karena udara yang masuk sangat sedikit sedangkan bahan bakar yang di injeksikan cukup banyak yang menyebabkan pengemudi harus menginjka pedal gas cukup dalam untuk mendapatka tenaga pada mesin, sehingga mesin terkesan boros.
  • Bagian Dalm Mesin Kotor
Khusunya pada saluran intake akan menglami pengerakan yang cukup banyak oleh adanya sisia kotoran yang terhisap karena filter yang kotor. Debu yang masuk ke dalam saluran intake akan menggumpal membentuk kerak karbon yang keras yang mempersempit jalan masuk udara sehingga menyebabkan mesin tinak bertenaga.

  • Mesin Nglitik
Akibat dari bagian dalam mesin yang kotor seperti pada bagian atas piston dan bawah silinder head, maka debu tadi akan menjadi kerak karbon. Kerak karbon yang terbentuk akan menyebabkan kpasitas didalam silinder berkurang sehingga kompresi pun naik yang akan menyebabkan bahan bakar terbakar sebelum busi mengeluarkan bunga api yang kita sebut sebgai knocking atau nglitik.

Bersihkan filter udara jika kondisi belum terlalu kotor dengan udara bertekanan dari arah berlawanan udara masuk ke intake. Tapi jika filter sudah sangat hitam atau terlihat hitam maka segera ganti filter udara dengan yang baru.

7. Cek Atau Bersihkan Filter Bensin

Karena kita melakukan tune up di rumah dengan alat seadanya maka cek dan bersihkan filter bensin yang terletak di luar tanki bensin. Jika filter terletak didalam tanki saran saya pergi ke bengkel resmi dan lakukan pembersihan filter bensin mobil kamu. Jila filter bensin terletak di luar tanki seberti mobil karbutaor, semi injeksi dan injeksi yan terletak di luar, lepas dan bersihkan filter. 

Caranya kamu masukan bensin bersih kedalam filter dari arah IN sampai sedikit agak penuh. Jika sudah maka ketuk ketukan filter ke lantai dengan ketukan yang agak keras selama beberapa menit hingga dikira kotoran pada filter tontok, Kemudian semprot menggunakan udara bertekanan ata cukup hanya mebalik filter hingga bemsi terjatuh dari arah IN. Jika pada saat pertama bensin di keluarkan dari filter sangat lah hitam atau coklat segera ganti filter karena dipastika pori-pori pada filter sudah tersumbat. Jika hal ini dibiarkan saja maka akan menyebabkan mobil mogok karena aliran bensin terhambat.

8. Cek Bersihkan Aatau Ganti Busi

Terakhir dalam tune up Cek kondisi Busi secara visula apakah ujung elektroda sudah habis atau masih cukup. Jika sekiranya ujung elektroda pada busi masih berbentuk sedikit lurus tidak sangat miring, kamu cukup membersihkan busi dengan amplas, atau sikat besi kemudian stel celeh busi sesuai standar. Setiap busi memiliki standar celah yang berbeda-beda. Setelah itu pasang kembali

Jika ujung elektroda sudah habis bahkan sagat miring segera ganti busi dengan busi standarnya. Jika hal ini di biarkan maka mesin bisa mogok, tidak bertenaga dan boros. Segera lakukan penggantian busi.

Itulah beberapa langkah atau cara dalam melakukan tune up mobil efi, untuk pnyetelan celah katup dilakukan pada kendaraan dengan rocker arm atau OHV untuk kendaraan seperti DOHC tidak dilakukan penyetelan celah katup seperti pada mobil Xenia, Gran Max, Ayla dll

Untuk penggunaan scaner dilakukan ketika hanya terjadi trouble seperti check engine menyala, untuk mengetahui Data Trouble Code yang di butuhkan.

Untuk penyetelan pengapian di sarankan menggunkan alat seperti timing light, namun jika kamu sudah cukup mahir dalam mendengarkan sura mesin kamu cukup mengubah atau memajukan atau memundurkan distributor.

Khusus untuk mesin EFI tidak dilakukan pengecekan pengapian, karena maju mundurnya pengapian sudah di atur oleh ECU dengan di bantu oleh sensor KNOCKING

Sekian Info dari saya, 

Friday, May 24, 2019

Transmisi Manual, Syarat, Komponen Cara Kerja Lengkap Gambar


Otomotif

Cara Kerja Transmisi Manual
1. URAIAN
  Transmisi manual merupakan gabungan roda-roda gigi yang memindahkan putaran dan momen crankshaft ke roda-roda penggerak. Sedangkan tujuan utama transmisi adalah untuk memindahkan tenaga mesin sesuai dengan kondisi pengendaraan.

      1. SYARAT PENTING TRANSMISI
KONDISI YANG DIPERLUKAN
Transmisi desain tergantung pada type, kebutuhan-kebutuhan berikut :
mobil yang berganti-ganti dalam harus melihat:

  1. Mudah untuk mengontrol dan memilih perbandingan gigi yang diinginkan secara cepat.
  2. Dapat bekerja dengan cepat dan memindahkan  output mesin dengan lembut
  3. Efisiensi mekanis yang tinggi dan ekonomi
  4. Mempunyai kemampuan yang tinggi, bebas masalah dan mudah dioperasikan.
   5. Mudah untuk perawatan 6. Kompak dan beratnya sedang.

  Transmsisi mobil tidak hanya berfungsi untuk merubah perbandingan gigi dalam beberapa tahap
tetapi perbandingan gigi bisa berubah secara kontinyu dan secara otomati
transmisi-manual
  Kebutuhan ini dipenuhi oleh sebuah transmisi otomatis yang memanfaatkan planetary transmisi geardan torque converter. Dalam suatu kasus mobil dengan menggunakan otomatis,hubungan antara kecepatan dan tenaga penggerak dapat diwakili oleh kurva "A" seperti pada gambar, adanya output mesin yang konstan Dalam kasus di dalam kasus transmsisi manual konvensional kurva berbentuk parabola seperti "B" yang ditunjukkan pada gambar. Biasanya pada transmisi manual tidak mempunyai banyak reduksi gigi kecepatan, sehingga tidak praktis karena area yang diarsir yang ditunjukkan pada gambar (dimana momen mesin tidak efektif digunakan) diperluas menjadi lebih besar Sebaliknya,bila sebuah transmisi manual dengan banyak reduksi gigi kecepatan, kurva akan menunjukkan hubungan antara kecepatan dan momen tenaga mendekati kurva dengan symbol penggerak hampir "A",
tetapi pembuatan transmisi akan lebih sulit dan cara pengoperasiannya lebih sulit.Oleh karena itu, jumlah reduksi gigi percepatan yang digunakan dalam transmisi manual harus dipertimbangkan dengan hati-hati, sehingga pencapaian jalan yang sempurna dapat dipelihara dengan tidak mengurangi nilai efesiensi mekanis.

  Semakin besar output mesin yang digunakan untuk menggerakkan mobil dengan beratnya, semakin kecil jumlah reduksi gigi yang diperlukan. Transmisi untuk mobil penumpang biasanya mempunyai 3 sampai 4 gigi, sedangkan untuk truck menggunakan transmisi dengan 4 sampai 5 gigi. Sebagian transmisi dengan 5-speed mempunyai over-drive gear dengan gear ratio kurang dari 1 terhadap 1 sehingga perpindahan pada gigi ini dimana mesin tidak diberikan beban berat, akan membuat propeller shaft berputar lebih cepat dari mesin.

      2. TIPE RODA GIGI TRANSMISI MANUAL
  Roda gigi transmisi manual dapat digolongkan dalam beberapa tipe menurut konstruksi dan mekanisme kerjanya.


2. KONSTRUKSI DAN FUNGSI
1. PEMINDAH DAYA
Berikut adalah pemindahan daya mesin pada transmisi manual MSG5K yang digunakan pada kendaraan Isuzu Panther.
Posisi Netral
Otomotif

Input shaft ke gear4 ke counter gear.
Perpindahan Roda Gigi ke 1
Cara-kerja-transmisi-Manual

Input shaft Ke gear4 ke counter gear ke gear1 ke hub sleeve ke clutch hub ke output shaft.
Perpindahan Roda Gigi ke 2
Cara-kerja-transmisi

Input shaft ke gear4 ke counter gear ke gear2 ke hub sleeve ke clutch hub ke output shaft.
Perpindahan Roda Gigi ke 3
Cara-kerja-transmisi

Input shaft ke gear4 ke counter gear ke gear3 ke hub sleeve ke clutch hub ke output shaft.
Perpindahan Roda Gigi ke 4
Cara-kerja-transmisi

Input shaft ke gear4 ke hub sleeve ke clutch hub ke output shaft.
Perpindahan Roda Gigi ke 5
Cara-kerja-transmisi

Input shaft ke gear4 ke counter gear ke gear5 ke hub sleeve ke clutch hub ke output shaft.
Perpindahan Roda mundur

Cara-kerja-transmisi

Input shaft ke gear4 ke counter gear ke idle gear ke reverse gear ke hub sleeve ke clutch hub ke output ke shaft.
  Di pertemuan selanjutnya kita akan mempelajari mekanisme Syncromesh dan kawan-kawannya,jadi jangan lewatkan materinya.

System Suspensi Mobil Rigid Dan Independent

TIPE SUSPENSI DAN KARAKTERISTIK 
Belajar-otomotif

1. SUSPENSI RIGID AXLE
    Tipe suspensi ini paling banyak digunakan untuk menopang rear axle. Semua kendaraan Isuzu kecuali PR series, menggunakan rigid axle suspension pada bagian belakangnya. Tipe parallel leaf spring adalah ciri-ciri dari tipe
rigid axle, dan axle yang menopang roda-roda pada bagian ujungnya dikencangkan ke leaf spring assembly yang terpasang parallel dalam arah melintang.

Gardan-belakang



    1. Konstruksi sederhana dan kuat dan biaya produksi rendah karena leaf spring assembly digunakan untuk menempatkan axle. mudah untuk mendapatkan peme-gasan
    2. non-linear
    3. Sulit menggunakan helper spring, dll. untuk menggunakan karakteristik dengan pegas dengan konstanta yang lebih rendah karena leaf spring assembly digunakan untuk menempatkan axle. Pada tipe ini, getaran seperti judder mungkin terjadi dikarenakan oleh gesekan antara spring leave, sehingga mempengaruhi kualitas pengen-daraan.
    4. Suara mendecit dan aksi wind-up dan getaran mungkin terjadi karena variasi dalam torsi penggerak dan gaya pengereman. Axle akan terlepas jika leaf spring patah

CARA MENGONTROL WIND-UP     

    Karena aksi wind-up yang terjadi untuk menghasilkan kecenderungan dari leaf spring assemblies berayun disekeliling axle karena variasi dalam torsi penggerak sehingga
mempengaruhi kualitas berkendara, cara berikut digunakan umumnya pada mobil penumpang: 

   1. Penggunaan unsymmetrical leaf spring.
   2.Penggunaan torque rod.
   3. Bias mounting dari shock absorber 

Pelajari Juga :



    1. UNSYMETRICAL LEAF SPRING
Pengaturan ini umumnya digunakan untuk sistem suspensi belakang dari mobil penumpang dan light-duty truck. Untuk mengontrol wind-up dan menukik saat pengereman, kekakuan spring bagian depan dari axle dinaikkan.
    2. Torque rods Rod digunakan untuk mencegah terpuntirnya axle case saat akselerasi atau pengereman.
    3. Bias mounting dari shock absorber Pada pengaturan ini, shock absorber dipasang pada posisi terpisah dari pusat wind-up.

TRUNNION TYPE
Suspensi-independent

    Pada sistem suspensi tipe trunnion, trunnion shaft bracket dibaut ke frame member, dan trunnion shaft, ditopang pada satu ujung dari menopang spring seat and spring. Spring assembly bergerak meluncur dengan gerakan dari roda seperti ditopang pada setiap ujung dari rear axle case.
    Saat berkendara di atas jalan yang tidak rata, spring seat dibawa ke dalam gerakan pivotal disekitar trunnion shaft dan torque rod yang juga menggerakkan link, menaikkan kontak tie ke jalan. Keuntungan ini membuat suspensi bracket, tipe trunnion sangat cocok untuk dump truck dan kendaraan heavy-duty lainnya yang biasa beroperasi pada jalan rusak dalam kondisi yang pardrive acleistem Suspensi

Keuntungan: 
    1. Perbedaan traksi antara maju dan mundur diminimalkan.   
     2. Stabilitas berkendaraa pada jalan rusak sangat baik.
    3. Aksi rem parkir pada tanjakan dan turunan sama baiknya.
    4. Kemungkinan terjadi hopping kecil saat direm.
    5. Titik pelumasan sedikit.
    6. Ruang yang digunakan untuk

Kerugian:
    1. Penopangan
     2. Cukup berat. satu titik Sistem suspensi tipe trunnion terdiri dari dua tipe; tipe dengan trunnion shaft diposisikan antara tandem rear axle dan tipe dengan trunnion shaft offset terhadap pusat antara tandem axle. Pada model dengan tandem drive rear axle, pusat dari trunnion shaft bertemu dengan pusat antara rear axle dan distribusi dari beban di atas rear axle mendekati 1 banding 1. Pada tandem rear axle model dengan single drive axle, pusat dari trunnion shaft offset ke depan dari pusat antara rear axle dan distribusi beban kira-kira 2 banding 1, sehingga beban yang lebih berat ditopang oleh drive axle.

BALANCE ARM TYPE
Jenis-jenis-suspensi

    Sistem suspensi tipe balance arm sangat cocok untuk truk pengangkut barang jarak jauh. Distribusi dari beban di atas rear axle ditentukan dengan panjang dari balance arm. Sistem suspensi tipe balance arm terdiri dari tandem rear axle yang secara independen ditopang oleh leaf spring. Setiap leaf spring assembly dihubungkan pada ujung belakang balance arm melalui shackle.

    Balance arm untuk rear dan front axle dihubungkan satu sama lain melalui tension rod, sehingga sistem suspensi untuk axle belakang bagian depan dan bagian belakang masuk mengunci. Model dengan sistem suspensi tipe balance arm efisien dalam bergerak maju karena beban yang lebih besar bekerja pada drive axle saat maju. Suspensi tipe ini memberikan pengendaraan yang empuk dan menghilangkan kebutuhan untuk konstruksi frame karena threepoint support.

Keuntungan:
    1. Efisien saat bergerak maju karena beban yang lebih besar bekerja pada drive axle dalam gerak-an maju untuk traksi yang lebih besar.
    2. Leaf spring belakang yang lebih empuk dapat digunakan untuk memperbaiki kualitas berken-dara.
    3. Three-point support meminimalkan efek pada frame member.
    4. Menyediakan gaya rem parkir yang lebih besar saat menanjak.
    5. Lebih ringan.

Kerugian:
    1. Ruang yang dibutuhkan suspensi ini lebih besar.
    2. Saat mundur kurang efisien karena reduksi beban pada drive axle.

2. SUSPENSI INDEPENDENT SUSPENSI INDEPENDENT TYPE
Suspensi-wishbon

Karakteristik suspensi sebagai berikut :
    1. Unsprung menghasil-kan kontak yang lebih pengemudian.
    2. Dengan absennya axle yang menghubungkan roda-roda pada setiap sisi, posisi mesin dan lantai dapat diperendah. Pengaturan ini juga menaikkan penumpang dan bagasi.
   3. Kemungkinan terjadi shimmy pada roda depan kecil.
    4. Rumit dalam desain dan mahal.    
    5. Penyetelan wheel alignment dipengaruhi oleh gerakan vertikal dari roda-roda, sehingga mem-pengaruhi umur ban. independent adalah weight yang lebih baik, memperbaiki rendah roda dengan jalan stabilitas.

KARAKTERISTIK
1. GETARAN
Jika beban kejut bekerja pada pegas yang membawa benda seperti terlihat pada gambar, itu akan menyebabkan pegas bergetar. Oskilasi akan terus melemah sampai berhenti.

KONDISI GETARAN
    1. Energi benturan menyebabkan pegas mengerut, sehingga menyerap energi.
    2. Saat pelepasan beban
benturan, pegas kembali sambil menghilangkan energi yang diserap, mengakibatkan benda bergerak. Ini berarti bahwa energi yang dihilangkan diubah menjadi gerakan dari benda.
    3. Benda terus bergerak selama energi masih ada, menyebabkan pegas melebihi panjang aslinya, untuk menyerap energi.
    4. pegas cenderung untuk kembali ke kondisi normal, kembali. menyebabkan benda bergerak Kemudian, pegas dan benda bergerak turun naik memindahkan energi, sehingga gerakan berlan-jut.

FREE VIBRATION (GETARAN BEBAS)
    Jika body tidak dilengkapi dengan tahanan seperti tahanan udara, tahanan gesek, dll., body akan terus bergetar sekali saja ia bergetar. Kondisi getaran yang tidak disebabkan oleh gaya dari luar disebut "getaran bebas". Body memiliki getaran dasar yang disebut "natural frequency". Jika pada body terdapat getaran bebas, ia secara bertahap menghilangkan amplitudo karena tahanan udara, tahanan
internal, dll., dan akhirnya berhenti. Getaran seperti ini disebut "damped vibration".

2. VIBRASI DAN KENYAMANAN BERKENDARA
    Pada umumnya, mobil penumpang dirancang memiliki natural frequency dari 1–2. Kenyamanan berkendara dari mobil dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti terlihat dalam nilai di bawah ini.
    1. Gataran dari frame dan body
    2. Tipe dan level dari suara
    3. Temperatur dan kelembaban internal
    4. Keterangan dari ruang
    Getaran yang disebabkan oleh gaya dari luar disebut "forced vibration" dimana gaya dari luar itu disebut "vibrating force" atau "exciting force". Getaran bebas terdiri dari gerakan harmonik sederhana yang berubah, melalui kerja dari exciting force, ke getaran campuran kombinasi dari free vibration dan forced vibration.

RESONANSI     Jika frekuensi dari forced vibration bertemu dengan natural frequency dari benda yang bergetar, amplitudo dari frekuensi diperbesar. Fenomena ini disebut dengan "resonansi".
Sebagai contoh, jika gaya yang berhubungan dengan natural frequency dari gerakan diberikan, ini menyebabkan amplitudo dari gerakan naik. Titik dimana resonansi terlihat disebut dengan "titik resonansi ". Amplitudo menjaga nilai puncak pada titik resonansi dan meurun tajam saat menjauh dari titik resonansi.

Nah itulah jenis-jenis dari suspensi Axle Rigid, sekarang kalian udah tau bagaimana kekurang dan kelebihan serta komponen dari suspensi tipe ini, semga bermanfaat, jangan lupa baca-baca artikel yang lainnya juga yah.

Metode Dan Cara Menggunakan Cylinder Bore Gauge (CBG) Yang Benar



  Belajar Otomotif,Silinder bore gauge di gunakan untuk menentukan OS yang harus di lakukan,jadi fatal akibatnya jika salah dalam memperhitungkan berapa besar OS yang harus di lakukan,Walaupun kesalahannya hanya 1 mm itu sangat fatal,jadi anda harus teliti dalam melakukan pengukuran.Jadi perhatikan langkah-langkah nya cara menggunakan cylinder bore gauge.


CYLINDER BORE GAUGE

belajar-otomotif
Konstruksi 

  Cylinder Bore gauge adalah alat untuk mengukur diameter silinder, dengan ketelitian sampai 0,01 mm.Berguna untuk alat pelengkap untuk over houle,alat ini untuk mengidentifikasi Keovalan,ketirusan,dan untuk menentukan besar-kecilnya pengeboran silinder.Sahabat otomotif penggunaan Cylinder bore gauge wajib di kuasai ketika kamu lagi OH atau Ujian praktek,perhatikan langkah-langkah penggunaannya.


CARA PEMILIHAN REPLACEMENT ROD DAN WASHER

  1. Ukur diameter silinder dengan vernier caliper.
  2. Lihat angka di belakang koma, apakah lebih besar atau lebih kecil dari 0,5 mm.



Contoh :
• Bila hasil pengukuran = 52,30 mm    Maka anda memilih :
Replacement rod     = 50 mm
• Replacement washer  =  2 mm

• Bila hasil pengukuran = 52,70 mm
    Maka pilih lah.     :
• Replacement rod.     = 50 mm
• Replacement washer.  = 3 mm

  METODA PENGUKURAN DAN CARA MENGGUNAKAN CYLINDER BORE GAUGE

belajar--otomotif
   1. Ukur diameter silinder dengan vernier caliper. Pilihlah replacement rod dan washer yang sesuai, dan pasangkan pada silinder gauge. Bila hasil pengukuran diameter adalah 91,00 mm, gunakan replacement rod 90 mm dan replacement washer 1 mm.

  2. Set micrometer pada 91 mm (seperti penjumlahan replacement rod dan replacement washer), masukkan replacement rod dan measuring point ke dalam micrometer, dan dial gauge diset ke “0” dengan memasukan silinder bore gauge ke micrometer.
  
Baca juga :
• Cara Dan Prosedur Tune Up EFI Lengkap

   • Tips cara cepat = Saya dapatkan cara ini waktu lomba LKS di Nusawungu.Penyetelan angka '0' pada dial gauge dapat di lakukan di dalam silinder,dengan memasukan silinder bore gauge ke dalam silinder dengan kedalaman ± 0,5 cm,karena daerah bagian atas ± 1 cm dari permukaan block silinder tidak bergesekan langsung dengan piston sehingga ukurannya tidak berubah.

  3. Masukkan cylinder gauge pada posisi diagonal ke dalam silinder, gerakkan cylinder gauge sampai diperoleh hasil pembacaan terkecil. Bila hasil pembacaan adalah 0,08 mm sebelum “0”, berarti diameter silinder adalah 0,08 mm lebih besar dari 91 mm. Karena itu diameter silinder adalah 91,08 mm (91,00 + 0,08 mm).

  Pengukuran dilakukan pada 3 titik yaitu :
a. Titik Atas (TA) ,yaitu pengukuran dilakukan ± 1 cm di bawah permukaan blok silinder
b. Titik Tengah (TT) ,yaitu pengukuran di lakukan tepat ditengah-tengah kedalaman silinder.
c. Titik Bawah (TB) ,yaitu pengukuran di lakukan di bagian paling dasar silinder.

  Itulah bagai mana cara menggunakan silinder bore gauge,yang perlu anda ketahui sebelum melakukan Over Saize.Silahkan anda praktekan di sekolah tentunya dengan petunjuk dan bimbingan guru.Jika bermanfaat silahkan anda share artikel ini.

Dasar Dan Komponen Motor Stater Lengkap Gambar

SISTEM STARTER

    URAIAN Karena mesin tidak dapat
berputar dengan sendirinya, dibutuhkan tenaga dari luar untuk mengengkol dan membantunya untuk hidup. Diantara berbagai peralatan yanga ada, sekarang automobil menggunakan motor listrik yang dikombinasikan dengan magnetic switch untuk mendorong pinion gear yang berputar ke dalam atau keluar dari/ hubungan dengan ring gear yang ada pada roda penerus (flywheel) mesin.

Pelajari Juga :





    Motor starter harus dapat membangkitkan momen puntir yang besar dari sumber tenaga baterai
yang terbatas. Pada waktu yang

bersamaan harus ringan dan kompak. Oleh karena itu maka dipergunakanlah motor serie DC (direct current). Mesin tidak akan dapat start sebelum melakukan siklus operasionalnya berulangulang yaitu langkah hisap,kompresi, pembakaran dan buang. Langkah pertama untuk menghidupkan mesin, memutarkannya dan menyebabkankemudian siklus pembakaran pendahuluan.

    Motor starter minimal harus dapat memutarkan mesin pada kecepatan minimum yang diperlukan untuk memperoleh pembakaran awa l. Kecepatan putar minimum yang diperlukan untuk menghidupkan mesin berbeda tergantung pada konstruksi dan kondisi operasinya tetapi pada umumnya 40 sampai 60 rpm untuk motor bensin dan 80 sampai 100 rpm untuk motor diesel.

    Alasannya mengapa mesin tidak akan hidup sampai kecepatan putarannya mencapai tingkat tertentu meliputi :

    • Bahan bakar tidak teratomisasi sepenuhnya pada putaran rendah. Pada motor bensin, kecepatan udara masuk berpengaruh terhadap kerja karburator. Pada motor diesel, kecepatan putaran pompa injeksi yang rendah tidak memungkinkan terjadinya atomisasi bahan bakar secara sempurna.

    • Temperatur yang terlalu rendah. Pada motor bensin, temperatur silinder yang rendah menghambat pengabutan bahan bakar. Pada motor diesel, hingga temperatur udara yang dikompresikan di dalam silinder tercapai, bahan bakar masih dapat saja gagal terbakar.

    Karena karakteristik motor starter semakin rendah putarannya, inj akan mengambil arus lebih besar dari baterai, dan baterai mungkin tidak mampu untuk memberikan tenaga yang cukup ke sistem pengapian (pada motor bensin) selama pemutaran awal, karena tegangan di terminal baterai banyak turun. Bila ini terjadi, maka kemampuan pembakaran akan menurun, karena tegangan yang masuk ke kumparan primer dari menyebabkan tegangan dikirimkan ke ignition coil tidak cukup, sekunder yang tidak cukup
busi
MOTOR STARTER

    Motor Starter yang sekarang dipergunakan pada automobil menggunakan magnetic switch yang mendorong gear yang berputar (disebut pinion gear) untuk menghubungkan dan melepaskan perkaltan dengan ring gear yang berada di sekeliling flywheel yang dilkat dengan baut-baut pada poros engkol.

    Dewasa ini ada dua tipe utama motor starter yang dipergunakan pada mobil-mobil dan truk-truk kecil yaitu reduksi. Automobil yang konvensional dan dirancang untuk daerah dingin menggunakan motor starter tipe reduksi yang menghasilkan momen yang lebih besar yang dibutuhkan untuk menghidupkan mesin pada temperatur rendah.

    Karena kemampuannya membangkitkan momen jauh lebih besar dari pada tipe konvensional pada ukuran dan berat yang sama, maka banyak automobil yang mulai menggunakan tipe reduksi meskipun dioperasikan di daerah panas.

1. TIPE KONVENSIONAL
Komponen-cara-kerja-motor-stater

    KONSTRUKSI Motor Starter tipe ini terdiri dari sebuah magnetic switch, motor elektrik, drive lever, pinion gear, starter clutch dan lain-lain seperti terlihat di bawah.

    Pinion gear ditempatkan satu poros dengan arma Pada umumnya motor starter digolongkan menurut nominal outputnya (dalarn KW) - makin besar outputnya semakin besar pula kemampuan startnya. Pada umumnya kendaraan menggunakan baterai 12 V maka motor starter juga dirancang untuk tegangan tersebut.

   Beberapa kendaraan bermotor diesel menggunakan dua buah bateral 12 V yang dihubungkan seri (12 V + 12 V - 24 V) dengan sebuah motor starter 24 V untuk memperbesar kemampuan start. Konstruksi, cara kerja dan prosedur trouble shooting untuk motor starter 24 V pada dasarnya sama dengan tipe 12 V. Kali kami lebih mengkonsentrasikan pada tipe 12 V yang lebih umum

1. Yoke Assy

    Yoke assy terdiri dari :
Yoke core, pole core, field coil dan brush (+). Field coil dipasang pada setiap kutub (pole) dengan menggunakan lempeng kabel tembaga dan diisolasi satu dengan yang lainnya serta terhadap core dan dihubungkan secara serf dengan gulungan armatu-re melalui brush.

    Pole core berfungsi untuk menopang field coil dan berfungsi untuk memperkuat medan magnet yang dihasilkan oleh field coil. Pada umumnya setiap motor starter memiliki 4 buah pole core yang diikat pada yoke core (body starter) dengan skrup.

2. Armature Assy

    Armature assy terdiri dari :
Armature shaft, helical spline, armature winding, armature core dan comu-tator. Secara umum armature berfungsi untuk merubah energi listrik menjadi energi mekanik ( gerak putar). Armature core merupakan sebatang besi yang berbentuk silinder bercelah yang berfungsi sebagai inti besi dari coil armature. Armature shaft bertumpu pada 2 atau 3 bearing bush.

    Helical splines dibuat pada poros untuk memung-kinkan overruning clutch bergeser secara halus saat bertaut dengan ring gear. Loops / gulungan armatu-re terletak pada core dan diisolasi satu dengan yang lainnya dan ujungujungnya dihubungkan ke

segmentsegment comutator. Overruning Clutch Assy OC. digunakan untuk meneruskan torsi putaran armature ke ring gear mesin. OC. memungkinkan pinion berputar lebih cepat dari armature setelah mesin distart, mencegah kerusakan armature akibat gaya sentifugal pada kecepatan tinggi.

Overruning clutch terdiri dari :
   1. Driving member yang dihubungkan dengan spline tube.
   2. Driven member yang dihubungkan pada pinion.
   3. Clutch springs.
   4. Cylindrical rollers.

    Ada 5 atau Iebih roller antara driven dan driving member, celah. rollers ini terletak pada lubang atau Permukaan luar dari celah ini sedikit miring dan tirus (tapered ). Setiap rollers didorong kearah bagian tirus dari celahnya oleh sebuah coil spring kecil.

    Bila outer barrel berputar ke arah jarum jam maka roller antara outer barrel dan inner barrel sehingga outer barrel dan inner barrel berputar dalam arah yang sama. Keadaan demikian disebabkan karena roller ditekan oleh spring dan putaran outer barrel. Apabila mesin telah hidup, maka pinion akan terpu-tar lebih cepat dari outer barrel .

    Akibatnya akan memindahkan roller dari posisi semula hingga memungkinkan outer berputar bebas dari inner barrel. Dengan demikian putaran pinion akibat putaran ring gear tidak diteruskan ke armature.

3. Magnetic Switch Assy

    Magnetic switch terdiri dari : Solenoid, Inti Magnet, Plunger,
(inti gerak ), Return spring, Kontak dan Terminal. Solenoid terdiri dari 2 coil yaitu pull in coil (penarik) dan hold in coil ( penahan ), yang berfungsi untuk menggerakkan pinion sehingga bertaut dengan engine ring gear dengan cara menarik dan menahan plunger.

3. Drive End Frame

    Satu bagian dari drive end frame menutup overruning clutch dan drive lever, yang berfungsi mem-berikan perlindungan dan debu dan udara korosif. Oilless bush dipress fit pada drive end frame, se-hingga memberikan inter val service yang lama.

4. Rear End Frame

   Oilless bush juga dipress fit pada rear end frame. Grease ditambahkan pada cover belakang untuk melumasi antara bush dan ujung poros dan jugs untuk melumasi brake spring.

5. Drive Lever

    Drive lever (tempat dipasangnya drive spring) dihubungkan dengan sambungan penggeser ( Shift Linkage) untuk menghasilkan pertautan pinion dengan ring gear yang halus dan efisien.

Sistem Rem (Break Sytem) Cara Kerja Komponen SyaratLengkap Gambar Dan Tipe Boster Rem

Otomotif
SISTEM REM

     Rem dibutuhkan tidak hanya untuk memperlambat atau menghentikan kendaraan tetapi juga untuk mengamankannya saat posisi parkir sehingga mencegah terjadinya kecelakaan. Rem kendaraan dibutuhkan untuk memenuhi standar keamanan otomotif karena mereka memiliki hubungan penting dengan keamanan berlalu-lintas.


     Rem kendaraan dapat dibagi menjadi service brake dan parking brake. Service brake memiliki foot pedal untuk mengontrol laju kecepatan sedangkan parking brake memiliki lever atau hand grip yang ditarik untuk menahan kendaraan agar diam untuk waktu yang lama. Parking brake juga digunakan sebagai emergency brake. Untuk mendapatkan gaya pengereman yang lebih besar, kendaraan heavy-duty dengan desain terbaru mengadopsi auxiliary brake yang dapat digunakan bersama dengan service brake.

PRINSIP REM

     Prinsip rem adalah merubah energi gerak menjadi energi panas. Umumnya, rem bekerja disebabkan oleh adanya sistem gabungan penekanan melawan sistem gerak putar. Efek pengereman (braking effect) diperoleh dari adanya gesekan yang ditimbulkan antara dua objek/ benda.

TIPE REM

Automotive brake dapat dibagi menjadi sebagai berikut.
    1. PEMBAGIAN MENURUT METODE PENGONTROL
         1.1 Foot brake
         1.2 Hand brake
    2. PEMBAGIAN MENURUT PENGGUNAAN
          2.1 Service brake 2.2 Emergency brake
          2.3 Parking brake
     3. PEMBAGIAN MENURUT POSISI PEMASANGAN
           3.1 Brake pada propeller shaft
           3.2 Brakes pada roda Brake pada roda dapat dibagi lagi menjadi 2 tipe
                 3.2.1 Drum brake
                 3.2.2 Disc brake
      4. PEMBAGIAN MENURUT PRINSIP KERJA
          4.1 Mechanical brake (Rem yang secara mekanis dikontrol menggunakan rod atau kabel)
          4.2 Hydraulic brake (Rem dikontrol oleh tekanan hidrolis)
          4.3 Power brake (Rem dikontrol oleh udara bertekanan)

REM KAKI


      Rem yang dioperasikan secara hidrolis yang paling banyak digunakan pada kendaraan bergantung pada hukum pascal yang menyarankan bahwa tekanan kaki yang bekerja pada brake pedal dirubah melalui master cylinder menjadi tekanan hidrolis yang diteruskan melalui pipa ke wheel cylinder agar menghasilkan efek pengereman.

PENGONTROL REM

1. Master Silinder


     Master cylinder adalah alat untuk merubah tekanan kaki pada brake pedal menjadi tekanan fluida. Fitur lain dari brake master cylinder assembly termasuk pengisian cepat dari sirkuit hidrolis dengan minyak rem dari reservoir dan kerja dari reaction disc yang meneruskan perubahan tekanan fluida kembali ke brake pedal, memberikan pengemudi respon pedal rem.

     Seperti terlihat dalam gambar, master cylinder desain konvensional terdiri dari fluid reservoir dan cylinder dengan inlet port dimana fluida yang mengalir disuplai dan return port yang mengembalikan fluida ke reservoir. Terpasang pada oil return port adalah check valve yang berfungsi untuk mempertahankan fluida dalam sirkuit rem pada tekanan optimum.

     1.  Tipe Master cylinder tandem


     Primary piston assembly terdiri dari primary secondary cup
cup, and return spring. Secondary piston memiliki primary cup dan dua secondary cup dan return spring yang mengatur secondary piston assembly. Primary dan secondary piston assembly dihubungkan satu sama lain dengan return spring untuk mencegah kesalahan posisi dari primary dan secondary piston.

      Pada secondary piston terdapat return spring, yang ditahan pada posisinya dalam cylinder oleh stopper bolt, dan primary piston dikembalikan oleh spring ke posisi bersinggungan dengan snap ring.
Minyak rem dari fluid reservoir dialirkan melalui fluid passage ke dalam cylinder dimana dialihkan oleh primary dan secondary piston ke front dan rear brake.

      2. Master Vacuum

    master-vacum  adalah booster tipe vacuum yang didesain untuk memperbesar gaya pengereman dengan menggunakan perbedaan tekanan antara vakum dan tekanan atmosfir. Master-vac terpasang antara brake pedal dan master cylinder untuk membantu aksi pengereman dan power section dibuat kompak. Master-vac berfungsi untuk meminimalkan tekanan kaki yang dibutuhkan untuk mengoperasikan brake pedal dan pada power section terdapat control valve dan komponen sensitif untuk memberikan pengemudi respon brake pedal.

Konstruksi

     Master-vac assembly terdiri dari komponen-komponen seperti terlihat di atas. Power cylinder terdiri dari bakelite power piston dan rubber diaphragm. Power cylinder terdiri dari front shell dan rear shell, dimana di antaranya terdapat diaphragm assembly, sehingga bagian dalam dari power cylinder tidak berhubungan dengan udara luar. Chamber antara power cylinder dipisahkan oleh diaphragm juga dipertahankan kedap udara. Power piston assembly diarahkan oleh tube yang pas bergeser dalam rear shell, dan seal pada rear shell berfungsi mempertahankan penyegelan antara rear shell dan guide tube.

     Valve body guard terpasang untuk melindungi guide tube terhadap debu, air dan partikel asing lainnya. Terpasang pada sisi kiri power piston adalah push-rod plunger, pada ujung sisi kanan yang terpasang berlawanan dengan rubber reaction disc dibuat dalam power piston. Reaction disc terbuat dari material elastis untuk mengijinkan pergerakan independent dari power piston dan push-rod. Pushrod plunger diperpanjang melalui bagian sliding front shell disegel dengan plate dan seal assembly. Tekanan negatif masuk ke dalam constant pressure chamber dalam cylinder melalui check valve pada front shell. Valve plunger terpasang pada operating rod langsung berhubungan dengan brake pedal. Valve plunger dan operating rod dikembalikan ke posisi kanan power piston oleh return spring. Vacum valve assembly terpasang pada ujung dari air valve dengan menggunakan vacum valve spring untuk mempertahankan saluran udara tertutup.

     3. VACUUM PUMP

     Garis besar Vacuum pump di-spline langsung ke AC generator dan digerakkan oleh mesin melalui fan belt. Vacuum pump menarik udara dari air tank agar kondisinya bertekanan negatif.

Konstruksi

     Vacuum pump adalah tipe rotary dengan empat vane terpasang pada radial slot rotor dalam casing. Saat rotor digerakkan, celah antara ujung vane dan pump case berubah-ubah dan mengirimkan udara dari inlet port ke outlet port, menyebabkan sisi inlet menjadi kondisi kevakuman. Vacuum pump cover memiliki oil pipe tempat dimana oli mesin diberikan sedangkan pompa bekerja untuk melumasi komponen yang bekerja. Oli mesin juga bercampur dengan udara yang tertarik oleh pompa untuk menghasilkan sealing dari vane dan oli kemudian dikembalikan ke oil pan. Vane selalu berhubungan dengan dinding dalam casing untuk mempertahankan sealing yang terbuat dari sintered carbon dan lebih keras dari carbon brush untuk alternator, tetapi mereka akan aus lebih cepat dan dapat tergores permukaannya jika dibiarkan beroperasi tanpa pelumasan yang cukup.

     Untuk mencegah keausan, untuk memperbaiki sealing antara vane dan inner wall dari casing dan untuk memberikan komponen yang bergesekan efek pendinginan, oli mesin diberikan pada bagian yang bergesekan dari vane dan casing. Oli mesin dialirkan melalui oil port, ke oil delivery port pada rear end frame dari alternator dan melumasi sliding bearing. Setelah melumasi komponen yang bekerja, oli dikembalikan melewati crankcase mesin, ke oil pump bersama dengan udara. Check valve pada air inlet side vacuum pump berfungsi untuk mencegah aliran berlawanan udara dari vacuum pump ke air tank dan oli dari vacuum pump ke mesin.


     Cara kerja Saat pompa seperti gambar a, udara ditarik ke dalam vacuum pump dari air tank. Setelah pompa bekerja dan sampai kondisi seperti pada gambar b, chamber 1 disegel oleh blade 1 dan 4 yang bersinggungan dengan inner wall dan dalam gambar c, udara yang terjebak dalam chamber dikompresikan. Saat pompa terus berputar sampai pada posisi d, udara bertekanan dialirkan melalui outlet port. Siklus operasi yang sama juga terjadi pada chamber 2, 3 dan 4 untuk menghasilkan vakum dalam air tank.

      4. KATUP PENYEIMBANG (PROPORTIONING VALVE)

     Distribusi beban pada roda depan dan belakang sangat bervariasi dan khususnya distribusi beban pada roda belakang sangat dipengaruhi oleh kondisi beban. Karena distribusi gaya pengereman pada roda depan dan belakang ditentukan untuk menyediakan aksi pengereman yang paling efektif saat kendaraan beban penuh, pengereman tiba-tiba saat tanpa beban dapat menyebabkan roda belakang terkunci, sehingga mempengaruhi stabilitas. Proportioning valve mengontrol tekanan fluida yang bekerja pada rem belakang untuk mencegah roda belakang terkunci pada kondisi beban apapun, sehingga memastikan aksi pengereman yang positif.

Blend Proportioning Valve (BPV)

    Tekanan master cylinder rendah
Cara kerja saat tekanan master cylinder rendah pada blend proportioning valve sama dengan cara kerja saat tekanan master cylinder rendah pada proportioning valve.

    Tekanan master cylinder sedang
Cara kerja saat tekanan master cylinder sedang pada blend proportioning valve sama dengan cara kerja saat tekanan master cylinder tinggi pada proportioning valve.

     Tekanan master cylinder tinggi
Saat tekanan master cylinder tinggi, by pass valve (II) bekerja, dimana tekanan minyak rem mendorong piston (1) melawan tegangan pegas. Seal tidak menutup saluran (4), sehingga tekanan hidraulis di master cylinder sama dengan wheel cylinder. Pada blend proportioning valve terdapat dua split point.

     5. ANTI-LOCK BRAKE SYSTEM
     Rem anti-lock brake system ini berfungsi untuk mengerem kendaraan dengan cara tidak langsung mengunci (rem-tidak-rem-tidak-dan seterusnya).

     Komponen dan Fungsi :

1. Electrical Line (aliran listrik)
2. Hydraulic Line (aliran fluida)
3. Hydraulic Unit (H/U),
    mendapat perintah dari control unit dan mengatur tekanan minyak pada roda-roda.
4. Control Unit,
  menerima signal dari sensor-sensor kemudian mengkalkulasi dan mengirim signal ke actuator.
5. Front Right Speed Sensor,
  mendeteksi kecepatan roda depan kanan.
6. Front Left Speed Sensor,
  mendeteksi kecepatan roda depan kiri
7. Rear Right Speed Sensor,
  mendeteksi kecepatan roda belakang kanan.
8. Rear Left Speed Sensor,
  mendeteksi kecepatan roda belakang kiri.
9. G Sensor (hanya 4WD),
  mendeteksi akselerasi dan deselerasi kendaraan 10. Transfer Control Unit (hanya 4WD), mendeteksi pengendaraan pada posisi 4 WD atau 2 WD.SISTEM REM

     Rem dibutuhkan tidak hanya untuk memperlambat atau menghentikan kendaraan tetapi juga untuk mengamankannya saat posisi parkir sehingga mencegah terjadinya kecelakaan. Rem kendaraan dibutuhkan untuk memenuhi standar keamanan otomotif karena mereka memiliki hubungan penting dengan keamanan berlalu-lintas.    Rem kendaraan dapat dibagi menjadi service brake dan parking brake. Service brake memiliki foot pedal untuk mengontrol laju kecepatan sedangkan parking brake memiliki lever atau hand grip yang ditarik untuk menahan kendaraan agar diam untuk waktu yang lama. Parking brake juga digunakan sebagai emergency brake. Untuk mendapatkan gaya pengereman yang lebih besar, kendaraan heavy-duty dengan desain terbaru mengadopsi auxiliary brake yang dapat digunakan bersama dengan service brake.

PRINSIP REM

     Prinsip rem adalah merubah energi gerak menjadi energi panas. Umumnya, rem bekerja disebabkan oleh adanya sistem gabungan penekanan melawan sistem gerak putar. Efek pengereman (braking effect) diperoleh dari adanya gesekan yang ditimbulkan antara dua objek/ benda.

TIPE REM

Automotive brake dapat dibagi menjadi sebagai berikut.
    1. PEMBAGIAN MENURUT METODE PENGONTROL
         1.1 Foot brake
         1.2 Hand brake
    2. PEMBAGIAN MENURUT PENGGUNAAN
          2.1 Service brake 2.2 Emergency brake
          2.3 Parking brake
     3. PEMBAGIAN MENURUT POSISI PEMASANGAN
           3.1 Brake pada propeller shaft
           3.2 Brakes pada roda Brake pada roda dapat dibagi lagi menjadi 2 tipe
                 3.2.1 Drum brake
                 3.2.2 Disc brake
      4. PEMBAGIAN MENURUT PRINSIP KERJA
          4.1 Mechanical brake (Rem yang secara mekanis dikontrol menggunakan rod atau kabel)
          4.2 Hydraulic brake (Rem dikontrol oleh tekanan hidrolis)
          4.3 Power brake (Rem dikontrol oleh udara bertekanan)

REM KAKI
Sistem-Rem

      Rem yang dioperasikan secara hidrolis yang paling banyak digunakan pada kendaraan bergantung pada hukum pascal yang menyarankan bahwa tekanan kaki yang bekerja pada brake pedal dirubah melalui master cylinder menjadi tekanan hidrolis yang diteruskan melalui pipa ke wheel cylinder agar menghasilkan efek pengereman.

PENGONTROL REM

1. Master Silinder
Belajar-otomotif

     Master cylinder adalah alat untuk merubah tekanan kaki pada brake pedal menjadi tekanan fluida. Fitur lain dari brake master cylinder assembly termasuk pengisian cepat dari sirkuit hidrolis dengan minyak rem dari reservoir dan kerja dari reaction disc yang meneruskan perubahan tekanan fluida kembali ke brake pedal, memberikan pengemudi respon pedal rem.

     Seperti terlihat dalam gambar, master cylinder desain konvensional terdiri dari fluid reservoir dan cylinder dengan inlet port dimana fluida yang mengalir disuplai dan return port yang mengembalikan fluida ke reservoir. Terpasang pada oil return port adalah check valve yang berfungsi untuk mempertahankan fluida dalam sirkuit rem pada tekanan optimum.

     1.  Tipe Master cylinder tandem
Otomotif

     Primary piston assembly terdiri dari primary secondary cup
cup, and return spring. Secondary piston memiliki primary cup dan dua secondary cup dan return spring yang mengatur secondary piston assembly. Primary dan secondary piston assembly dihubungkan satu sama lain dengan return spring untuk mencegah kesalahan posisi dari primary dan secondary piston.

      Pada secondary piston terdapat return spring, yang ditahan pada posisinya dalam cylinder oleh stopper bolt, dan primary piston dikembalikan oleh spring ke posisi bersinggungan dengan snap ring.
Minyak rem dari fluid reservoir dialirkan melalui fluid passage ke dalam cylinder dimana dialihkan oleh primary dan secondary piston ke front dan rear brake.

      2. Master Vacuum

    master-vacum  adalah booster tipe vacuum yang didesain untuk memperbesar gaya pengereman dengan menggunakan perbedaan tekanan antara vakum dan tekanan atmosfir. Master-vac terpasang antara brake pedal dan master cylinder untuk membantu aksi pengereman dan power section dibuat kompak. Master-vac berfungsi untuk meminimalkan tekanan kaki yang dibutuhkan untuk mengoperasikan brake pedal dan pada power section terdapat control valve dan komponen sensitif untuk memberikan pengemudi respon brake pedal.

Konstruksi
Otomotif


     Master-vac assembly terdiri dari komponen-komponen seperti terlihat di atas. Power cylinder terdiri dari bakelite power piston dan rubber diaphragm. Power cylinder terdiri dari front shell dan rear shell, dimana di antaranya terdapat diaphragm assembly, sehingga bagian dalam dari power cylinder tidak berhubungan dengan udara luar. Chamber antara power cylinder dipisahkan oleh diaphragm juga dipertahankan kedap udara. Power piston assembly diarahkan oleh tube yang pas bergeser dalam rear shell, dan seal pada rear shell berfungsi mempertahankan penyegelan antara rear shell dan guide tube.

     Valve body guard terpasang untuk melindungi guide tube terhadap debu, air dan partikel asing lainnya. Terpasang pada sisi kiri power piston adalah push-rod plunger, pada ujung sisi kanan yang terpasang berlawanan dengan rubber reaction disc dibuat dalam power piston. Reaction disc terbuat dari material elastis untuk mengijinkan pergerakan independent dari power piston dan push-rod. Pushrod plunger diperpanjang melalui bagian sliding front shell disegel dengan plate dan seal assembly. Tekanan negatif masuk ke dalam constant pressure chamber dalam cylinder melalui check valve pada front shell. Valve plunger terpasang pada operating rod langsung berhubungan dengan brake pedal. Valve plunger dan operating rod dikembalikan ke posisi kanan power piston oleh return spring. Vacum valve assembly terpasang pada ujung dari air valve dengan menggunakan vacum valve spring untuk mempertahankan saluran udara tertutup.

     3. VACUUM PUMP

     Garis besar Vacuum pump di-spline langsung ke AC generator dan digerakkan oleh mesin melalui fan belt. Vacuum pump menarik udara dari air tank agar kondisinya bertekanan negatif.

Konstruksi
Belajar-otomotif
     Vacuum pump adalah tipe rotary dengan empat vane terpasang pada radial slot rotor dalam casing. Saat rotor digerakkan, celah antara ujung vane dan pump case berubah-ubah dan mengirimkan udara dari inlet port ke outlet port, menyebabkan sisi inlet menjadi kondisi kevakuman. Vacuum pump cover memiliki oil pipe tempat dimana oli mesin diberikan sedangkan pompa bekerja untuk melumasi komponen yang bekerja. Oli mesin juga bercampur dengan udara yang tertarik oleh pompa untuk menghasilkan sealing dari vane dan oli kemudian dikembalikan ke oil pan. Vane selalu berhubungan dengan dinding dalam casing untuk mempertahankan sealing yang terbuat dari sintered carbon dan lebih keras dari carbon brush untuk alternator, tetapi mereka akan aus lebih cepat dan dapat tergores permukaannya jika dibiarkan beroperasi tanpa pelumasan yang cukup.

     Untuk mencegah keausan, untuk memperbaiki sealing antara vane dan inner wall dari casing dan untuk memberikan komponen yang bergesekan efek pendinginan, oli mesin diberikan pada bagian yang bergesekan dari vane dan casing. Oli mesin dialirkan melalui oil port, ke oil delivery port pada rear end frame dari alternator dan melumasi sliding bearing. Setelah melumasi komponen yang bekerja, oli dikembalikan melewati crankcase mesin, ke oil pump bersama dengan udara. Check valve pada air inlet side vacuum pump berfungsi untuk mencegah aliran berlawanan udara dari vacuum pump ke air tank dan oli dari vacuum pump ke mesin.

     Cara kerja Saat pompa seperti gambar a, udara ditarik ke dalam vacuum pump dari air tank. Setelah pompa bekerja dan sampai kondisi seperti pada gambar b, chamber 1 disegel oleh blade 1 dan 4 yang bersinggungan dengan inner wall dan dalam gambar c, udara yang terjebak dalam chamber dikompresikan. Saat pompa terus berputar sampai pada posisi d, udara bertekanan dialirkan melalui outlet port. Siklus operasi yang sama juga terjadi pada chamber 2, 3 dan 4 untuk menghasilkan vakum dalam air tank.

      4. KATUP PENYEIMBANG (PROPORTIONING VALVE) 

     Distribusi beban pada roda depan dan belakang sangat bervariasi dan khususnya distribusi beban pada roda belakang sangat dipengaruhi oleh kondisi beban. Karena distribusi gaya pengereman pada roda depan dan belakang ditentukan untuk menyediakan aksi pengereman yang paling efektif saat kendaraan beban penuh, pengereman tiba-tiba saat tanpa beban dapat menyebabkan roda belakang terkunci, sehingga mempengaruhi stabilitas. Proportioning valve mengontrol tekanan fluida yang bekerja pada rem belakang untuk mencegah roda belakang terkunci pada kondisi beban apapun, sehingga memastikan aksi pengereman yang positif.

Blend Proportioning Valve (BPV)  
    Tekanan master cylinder rendah
Cara kerja saat tekanan master cylinder rendah pada blend proportioning valve sama dengan cara kerja saat tekanan master cylinder rendah pada proportioning valve.

    Tekanan master cylinder sedang
Cara kerja saat tekanan master cylinder sedang pada blend proportioning valve sama dengan cara kerja saat tekanan master cylinder tinggi pada proportioning valve.
Otomotif

     Tekanan master cylinder tinggi
Saat tekanan master cylinder tinggi, by pass valve (II) bekerja, dimana tekanan minyak rem mendorong piston (1) melawan tegangan pegas. Seal tidak menutup saluran (4), sehingga tekanan hidraulis di master cylinder sama dengan wheel cylinder. Pada blend proportioning valve terdapat dua split point.

     5. ANTI-LOCK BRAKE SYSTEM
     Rem anti-lock brake system ini berfungsi untuk mengerem kendaraan dengan cara tidak langsung mengunci (rem-tidak-rem-tidak-dan seterusnya).
Belajar-otomotif

     Komponen dan Fungsi :

1. Electrical Line (aliran listrik)
2. Hydraulic Line (aliran fluida)
3. Hydraulic Unit (H/U),
    mendapat perintah dari control unit dan mengatur tekanan minyak pada roda-roda.
4. Control Unit,
  menerima signal dari sensor-sensor kemudian mengkalkulasi dan mengirim signal ke actuator.
5. Front Right Speed Sensor,
  mendeteksi kecepatan roda depan kanan.
6. Front Left Speed Sensor,
  mendeteksi kecepatan roda depan kiri
7. Rear Right Speed Sensor,
  mendeteksi kecepatan roda belakang kanan.
8. Rear Left Speed Sensor,
  mendeteksi kecepatan roda belakang kiri.
9. G Sensor (hanya 4WD),
  mendeteksi akselerasi dan deselerasi kendaraan 10. Transfer Control Unit (hanya 4WD), mendeteksi pengendaraan pada posisi 4 WD atau 2 WD.

Thursday, May 16, 2019

Ini Dia! 17 Contoh Procedure Text Terbaru 2019

 
Pocedure-text-how-to-make

   Kalian sudah tau procedure text, tapi bingung mau nulis apa saja, berikut ini saya punya beberapa refrensi untuk kalian yg mau buat procedure text, langsung saja ini dia 17 contoh procedure text nya.

1. HOW TO MAKE ORANGE CARROT JUICE

   Ingredients:
     1. 200 grams of carrots
     2.100 ml boiled water
     3. 4 sweet oranges
     4. Sugar to taste (if less sweet)
     5. Ice cubes as needed

   Steps:
     First,Wash the carrots until they are clean and then peeled and diced.
     Second, Split the sweet orange and grab the water. Enter the carrots, water and sugar into the blender. Puree.
     After that, Add the orange juice and stir until blended.
     Last,Pour into a serving glass and add ice cubes to taste. Serve for two glasses.

2. How To Make Coconut Coco Pandan Ice

   Ingredienst :
50 cc syrup marjan coco pandanus
3 grams of cream
100 grams of young coconut
Coconut water to taste
Ice cubes as needed
10 cc Hot water

   Material :
Cereal spoon
Serving glass

   Steps:
  First enter the creamer into the glass, add a little hot water, then stir
  Second, the input of syrup marjan then coconut and coconut water to taste,
  Finally, input ice cubes to taste and stir until blended.

3. How To Make Krispy Mushrooms
 
   Recipe:
3 grams of pepper
5 grams of salt
10 grams of MSG
1 egg
300 grams of rice flour
200 gram tapioca flour
100 grams Oyster mushrooms

   Utilities:
Large basin
Small basin
Plate

  Step:
  First, mix the flour and tapioca flour, then stir until blended in the large basin.
  After that, mushroom mushrooms into several parts then washed and then squeeze until dry
  Next, season the mushrooms with the spices and mix 1 egg then mix well and mushroom input along with the dough into the basin containing the flour, all parts of mushrooms covered in flour
  Then, fry one by one mushrooms simultaneously until the golden yellow color
  Finally, serve the mushrooms to the plate and add a bit of sauce to make it more delicious

4. How To Make Mendoan

Recipe:
  150 grams of rice flour
  50 gram tapioca flour
  3 grams of salt
  6 grams of MSG
  10 grams of garlic
  10 grams of red onion
  6 grams of cilantro
  5 grams of green onion
  Enough water
  4 sheets of thin tempe

Material:
  Small basin
  Plate

Steps:
  First, mix the rice flour and tapioca flour, stirring until blended
Secondly, spice up the spices until evenly then mix with the flour-flour earlier
  After that, enter the water into the flour yng already in the spice earlier, input the leek that has been cut into pieces, and stir it until evenly distributed.
  Next, input tempe alternately, and make sure all the tempe in the flour,
  Then, fry the tempe in hot oil and finally serve it in warm conditions.

5. How To Make Krispy Fish

   Recipe:
5 grams of garlic that has been in the puree
3 grams of pepper
5 grams of salt
10 grm vetsin
1 egg
300 grams of rice flour
200 gram tapioca flour
80 grams of tuna fish already in the filet

Equipment:
  Large basin
  Small basin
  Plate

 Step:
  First, mix the flour and tapioca flour, then stir until blended in the large basin
  Next, season the fish with the spices and mix 1 egg and mix well
  After that, input the fish along with the dough into the basin containing the flour, all covered with flour
  Then, fry one by one fish simultaneously to the golden yellow color
  Finally, lift, drain, and sliced ​​the krispy fish on to the plate and add a little sauce to make it more delicious

6. How To Brew Coffee Naice O drip

Recipe:
  1 set of Nice O Drip contains:
  1 sachets creamer
  2 black coffee sachets
  1 piece of filtered glass
  Enough hot water

Equipment :
 1 teaspoon
 1 small cup
 Scissor

Steps
  First, open the nice o drip wrap, peel the cremer and its coffee, then input into the filtered glass
  Next, insert the creamer into the cup, then place the filter glass on top.
  Then, pour the hot water slowly into the filtered glass, wait until the cup is almost full
  Finally, take a filtered glass, and stir in the coffee in the cup, drink while still hot.

7. How To Make Milk pudding

Ingredients :
  1 gelatin powder syrup
  100 cc Nestle white milk
  400 cc mineral water

Tools:
  Small pot
  Loang tea sponge
  Small baking pan

Steps:
  First, the water input, gelatin simultaneously into the pan and then in the heat
  Second, stir the water, so as not to clot
  Furthermore, if the water has boiled, turn off the stove, put milk and stir until evenly distributed
  Finally, pour the jelly into a baking sheet and leave it to harden, cut into chunks, pudding ready to eat.

8. How To Make Orange Coconut Ice

Recipe:
  400 grams of sweet orange
  50 cc of liquid sugar
  100 grams of young coconut coconut water to taste
  Ice cubes as needed

Materials :
  Serving glass
  Cereal spoon
  Orange squeezer

Steps:
  First, squeeze the oranges and get the water
  Second, put the liquid sugar into the glass
  Third, put the orange juice into the glass
  Next, put coconut and coconut water together
  Finally, add ice cubes to taste, coconut orange ice ready to eat.

9. How To Make Ca kangkung Chicken

Recipe :
  10 grams of garlic
  50 grams chicken filet
  200 grams of kangkung already cut
  200 cc oyster sauce
  10 cc soy sauce
  10 cc sesame oil
  50 cc of oil

Material :
  Plate
  Pan

Steps :
  First, heat the oil and then input the garlic that has been in cut
  Secondly, if the onion is fragrant, input chicken filet, stir-fry until both are cooked
  Next, input watercress that has been washed, in the input of sauce of oysters
  Then add the soy sauce, stirring the hinga wilt, and add the sesame oil.
  Finally, lift and serve watercress on a plate, eat it while still warm

10. How To Make Fried Rice Petty

Ingredients :
  250 grams of white rice
  10 + 10 cc soy sauce
  10 grams of MSG
  5 grams of pepper
  10 grams of garlic leeks
  30 grams Ika teri that has been fried
  10 grams of teri
  50 cc of cooking oil
  1 egg

Materials:
  Shake glass
  Spoon
  Pan

Steps:
  First, heat the oil and then input the eggs that have been shaken, fry to chocolate, and add 10 cc of soy sauce.
  Second, input the rice, stir and make sure there is no rice that clumps
  Then add 10 cc soy sauce, pepper, pete, anchovy, and vetsin
  Next, stirring the rice until the spices are evenly distributed, and the rice is rather dry
  Finally, put onion leaf, and serve on a plate

11. How To Create Catapults

Materials and tools :
  1 The wooden branches are in the form of the letter Y
  2 nipple rubber
  4 rubber bands
  1 thick cloth
  1 scissors
  1 knife

Steps:
  First, cut the log from its branch and make it look like the letter Y
  Next, make a coat at both ends to multiply the nipple on both of the cats
  After that, tift the nipple on both ends of the branch and fasten tightly with the rubber band
  Then, cut the cloth using scissors to make it rectangular, and hole both ends.
  Finally, telent the nipple on each hole in the fabric by using a rubber band.

12. How To Create Gun Bamboo

Tools and materials :
  1 bamboo widht ± 3 cm long ± 10 cm
  1 bamboo widht ± 3 cm long ± 4 cm
  1 thick bamboo length ± 10 cm
  Machete
  Saw

Steps:
  First, cut each bamboo to the desired size, long bamboo for barrel, short bamboo for handle, and thick bamboo pusher
  Second, form a thick bamboo to become a round stick and its length does not exceed the barrel
  Next, cut the short bamboo as a handle, and push the bamboo pusher into it, press it until tight.
  Finally, try to go in and remove the bamboo pusher until it feels comfortable when in and out

13. How To Make Omelet

Recipe :
  1 egg
  5 grams of salt
  7 grams of leek

Tools :
  Bowl
  Fork

Step :
  First, cut the short-spaced leeks
Then, break the eggs and into the bowl and add salt and onion
  After that, shake the egg until everything is well blended
  Next, heat the oil on the stove with low heat, then input the egg into the pan, fry it until light brown, after ripe lift and drain the egg, the omelet ready to eat.

14. How To Make Pecak Tahu

Recipe
  3 white tofu (raw)
  5 grams of chili pepper
  10 grams of green cayenne
  5 grams of salt
  7 grams of MSG
  5 grams of garlic

Marinade tofu
  10 grams of cilantro
  15 grams of salt
  20 grams of MSG
  10 grams of garlic
  300 cc water
  Everything is milled and mixed into the water.

Tools :
  1 small basin
  Knife
  Repeat

Steps:
  First piece of tofu triangle shape, input into the bath before.
  Second, fried tofu, garlic, green chili, green cayenne, until cooked
Set cooked, mashed green pepper, green chilli, garlic then in Love salt and vetsin.
  Then if the sidah destroyed, add 1 tablespoon hot oil into chopped sauce, then the again until flat
  Finally, the input tofu into chopped sambel, then in the mash up to split into several parts, taraaa snake tofu sip in the meal.

15. How To Make Soup gurameh

Ingredients :
  250 grams of gurameh
  30 grams of ginger (in peel)
  20 grams laos
  25 grams of lemongrass
  4 green wheat seeds
  10 grams of red onion
  5 bay leaves
  20 grams of salt
  30 grams of MSG
  15 grams of roico
  10 grams of pepper
  1 liter Water
  1 tomato
  25 grams of basil

Making Sauce :
  First, punch and cut the lasso, sere, and ginger then peel the onion and cut the cloves.
  After that, boil water until boiling then input rawit, Laos, salam, lemongrass, ginger, pepper and spices earlier
  After everything is mixed, input gurameh and wait until cooked
Then cut the tomato lengthwise, and basil, put both in a large bowl
  Finally, after the gurameh matures, lift and input into the bowl with ginger, raw ijo, and red onion, taraa soup gurame ready to eat.

16. How To Make Chicken rolls

Ingredients :
  500 grams chicken filet
  5 pieces of spring rolls
  20 grams of pepper
  30 grams salt
  40 grams of MSG
  40 grams of red onions
  25 grams of garlic
  100 gram tapioca flour
  Rubber bracelets to taste
  Cooking oil

Utilities :
  Blender cingcang
  Fork
  Pan
  Plastic.

Steps :
  First cut onion and white thin and then fried until dry, then the pound until smooth
  Second, input chicken filet, pepper, salt, vetsin, flour, and 1 egg into blender cingcang, blended until soft
  Third, prepare spring rolls on plastic then put the dough on the spring lumpia to taste.
  Next, press the dough until all parts of the spring roll are covered flat
If all is flat, apply a little egg white on top
  Then, roll the spring rolls, do not forget to apply egg whites to the spring rolls while rolling the dough.
  After the roll, roll the lumpia beaerta dough that has been fused using the paste, then tie on each end of the plastic, tie sampe rather solid.
  Next, steam chicken in pan 30 minutes
  Finally, fry the chicken roll, after ripe cut '' according to taste

17. How To Using a gas stove

  First, attach the regulator hose into the gas cylinder, press the regulator then turn the regulator locking part in a clockwise direction
  Next, make sure there is no gas odor, the possibility of a leaky tube, or the position of the regulator is skewed
  Finally, rotate the lighter section on the stove counter-clockwise, adjust the size of the fire as needed.

  Itu dia refrensi buat kalian yang ingin membuat teks prosedur, semoga membantu.