Friday, May 24, 2019

System Suspensi Mobil Rigid Dan Independent

TIPE SUSPENSI DAN KARAKTERISTIK 
suspensi-rigid-axle

1. SUSPENSI RIGID AXLE
    Tipe suspensi ini paling banyak digunakan untuk menopang rear axle. Semua kendaraan Isuzu kecuali PR series, menggunakan rigid axle suspension pada bagian belakangnya. Tipe parallel leaf spring adalah ciri-ciri dari tipe
rigid axle, dan axle yang menopang roda-roda pada bagian ujungnya dikencangkan ke leaf spring assembly yang terpasang parallel dalam arah melintang.
konstruksi-suapensi-rigid-axle

    1. Konstruksi sederhana dan kuat dan biaya produksi rendah karena leaf spring assembly digunakan untuk menempatkan axle. mudah untuk mendapatkan peme-gasan
    2. non-linear
    3. Sulit menggunakan helper spring, dll. untuk menggunakan karakteristik dengan pegas dengan konstanta yang lebih rendah karena leaf spring assembly digunakan untuk menempatkan axle. Pada tipe ini, getaran seperti judder mungkin terjadi dikarenakan oleh gesekan antara spring leave, sehingga mempengaruhi kualitas pengen-daraan.
    4. Suara mendecit dan aksi wind-up dan getaran mungkin terjadi karena variasi dalam torsi penggerak dan gaya pengereman. Axle akan terlepas jika leaf spring patah

CARA MENGONTROL WIND-UP     

    Karena aksi wind-up yang terjadi untuk menghasilkan kecenderungan dari leaf spring assemblies berayun disekeliling axle karena variasi dalam torsi penggerak sehingga
mempengaruhi kualitas berkendara, cara berikut digunakan umumnya pada mobil penumpang: 

   1. Penggunaan unsymmetrical leaf spring.
   2.Penggunaan torque rod.
   3. Bias mounting dari shock absorber 

Pelajari Juga :



    1. UNSYMETRICAL LEAF SPRING
Pengaturan ini umumnya digunakan untuk sistem suspensi belakang dari mobil penumpang dan light-duty truck. Untuk mengontrol wind-up dan menukik saat pengereman, kekakuan spring bagian depan dari axle dinaikkan.
    2. Torque rods Rod digunakan untuk mencegah terpuntirnya axle case saat akselerasi atau pengereman.
    3. Bias mounting dari shock absorber Pada pengaturan ini, shock absorber dipasang pada posisi terpisah dari pusat wind-up.

TRUNNION TYPE
jenis-suspensi-rigid-axle

    Pada sistem suspensi tipe trunnion, trunnion shaft bracket dibaut ke frame member, dan trunnion shaft, ditopang pada satu ujung dari menopang spring seat and spring. Spring assembly bergerak meluncur dengan gerakan dari roda seperti ditopang pada setiap ujung dari rear axle case.
    Saat berkendara di atas jalan yang tidak rata, spring seat dibawa ke dalam gerakan pivotal disekitar trunnion shaft dan torque rod yang juga menggerakkan link, menaikkan kontak tie ke jalan. Keuntungan ini membuat suspensi bracket, tipe trunnion sangat cocok untuk dump truck dan kendaraan heavy-duty lainnya yang biasa beroperasi pada jalan rusak dalam kondisi yang pardrive acleistem Suspensi

Keuntungan: 
    1. Perbedaan traksi antara maju dan mundur diminimalkan.   
     2. Stabilitas berkendaraa pada jalan rusak sangat baik.
    3. Aksi rem parkir pada tanjakan dan turunan sama baiknya.
    4. Kemungkinan terjadi hopping kecil saat direm.
    5. Titik pelumasan sedikit.
    6. Ruang yang digunakan untuk

Kerugian:
    1. Penopangan
     2. Cukup berat. satu titik Sistem suspensi tipe trunnion terdiri dari dua tipe; tipe dengan trunnion shaft diposisikan antara tandem rear axle dan tipe dengan trunnion shaft offset terhadap pusat antara tandem axle. Pada model dengan tandem drive rear axle, pusat dari trunnion shaft bertemu dengan pusat antara rear axle dan distribusi dari beban di atas rear axle mendekati 1 banding 1. Pada tandem rear axle model dengan single drive axle, pusat dari trunnion shaft offset ke depan dari pusat antara rear axle dan distribusi beban kira-kira 2 banding 1, sehingga beban yang lebih berat ditopang oleh drive axle.

BALANCE ARM TYPE
konstruksi

    Sistem suspensi tipe balance arm sangat cocok untuk truk pengangkut barang jarak jauh. Distribusi dari beban di atas rear axle ditentukan dengan panjang dari balance arm. Sistem suspensi tipe balance arm terdiri dari tandem rear axle yang secara independen ditopang oleh leaf spring. Setiap leaf spring assembly dihubungkan pada ujung belakang balance arm melalui shackle.

    Balance arm untuk rear dan front axle dihubungkan satu sama lain melalui tension rod, sehingga sistem suspensi untuk axle belakang bagian depan dan bagian belakang masuk mengunci. Model dengan sistem suspensi tipe balance arm efisien dalam bergerak maju karena beban yang lebih besar bekerja pada drive axle saat maju. Suspensi tipe ini memberikan pengendaraan yang empuk dan menghilangkan kebutuhan untuk konstruksi frame karena threepoint support.

Keuntungan:
    1. Efisien saat bergerak maju karena beban yang lebih besar bekerja pada drive axle dalam gerak-an maju untuk traksi yang lebih besar.
    2. Leaf spring belakang yang lebih empuk dapat digunakan untuk memperbaiki kualitas berken-dara.
    3. Three-point support meminimalkan efek pada frame member.
    4. Menyediakan gaya rem parkir yang lebih besar saat menanjak.
    5. Lebih ringan.

Kerugian:
    1. Ruang yang dibutuhkan suspensi ini lebih besar.
    2. Saat mundur kurang efisien karena reduksi beban pada drive axle.

2. SUSPENSI INDEPENDENT SUSPENSI INDEPENDENT TYPE
kontruksi-suspensi-independent

Karakteristik suspensi sebagai berikut :
    1. Unsprung menghasil-kan kontak yang lebih pengemudian.
    2. Dengan absennya axle yang menghubungkan roda-roda pada setiap sisi, posisi mesin dan lantai dapat diperendah. Pengaturan ini juga menaikkan penumpang dan bagasi.
   3. Kemungkinan terjadi shimmy pada roda depan kecil.
    4. Rumit dalam desain dan mahal.    
    5. Penyetelan wheel alignment dipengaruhi oleh gerakan vertikal dari roda-roda, sehingga mem-pengaruhi umur ban. independent adalah weight yang lebih baik, memperbaiki rendah roda dengan jalan stabilitas.

KARAKTERISTIK
1. GETARAN
Jika beban kejut bekerja pada pegas yang membawa benda seperti terlihat pada gambar, itu akan menyebabkan pegas bergetar. Oskilasi akan terus melemah sampai berhenti.

KONDISI GETARAN
    1. Energi benturan menyebabkan pegas mengerut, sehingga menyerap energi.
    2. Saat pelepasan beban
benturan, pegas kembali sambil menghilangkan energi yang diserap, mengakibatkan benda bergerak. Ini berarti bahwa energi yang dihilangkan diubah menjadi gerakan dari benda.
    3. Benda terus bergerak selama energi masih ada, menyebabkan pegas melebihi panjang aslinya, untuk menyerap energi.
    4. pegas cenderung untuk kembali ke kondisi normal, kembali. menyebabkan benda bergerak Kemudian, pegas dan benda bergerak turun naik memindahkan energi, sehingga gerakan berlan-jut.

FREE VIBRATION (GETARAN BEBAS)
    Jika body tidak dilengkapi dengan tahanan seperti tahanan udara, tahanan gesek, dll., body akan terus bergetar sekali saja ia bergetar. Kondisi getaran yang tidak disebabkan oleh gaya dari luar disebut "getaran bebas". Body memiliki getaran dasar yang disebut "natural frequency". Jika pada body terdapat getaran bebas, ia secara bertahap menghilangkan amplitudo karena tahanan udara, tahanan
internal, dll., dan akhirnya berhenti. Getaran seperti ini disebut "damped vibration".

2. VIBRASI DAN KENYAMANAN BERKENDARA
    Pada umumnya, mobil penumpang dirancang memiliki natural frequency dari 1–2. Kenyamanan berkendara dari mobil dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti terlihat dalam nilai di bawah ini.
    1. Gataran dari frame dan body
    2. Tipe dan level dari suara
    3. Temperatur dan kelembaban internal
    4. Keterangan dari ruang
    Getaran yang disebabkan oleh gaya dari luar disebut "forced vibration" dimana gaya dari luar itu disebut "vibrating force" atau "exciting force". Getaran bebas terdiri dari gerakan harmonik sederhana yang berubah, melalui kerja dari exciting force, ke getaran campuran kombinasi dari free vibration dan forced vibration.

RESONANSI     Jika frekuensi dari forced vibration bertemu dengan natural frequency dari benda yang bergetar, amplitudo dari frekuensi diperbesar. Fenomena ini disebut dengan "resonansi".
Sebagai contoh, jika gaya yang berhubungan dengan natural frequency dari gerakan diberikan, ini menyebabkan amplitudo dari gerakan naik. Titik dimana resonansi terlihat disebut dengan "titik resonansi ". Amplitudo menjaga nilai puncak pada titik resonansi dan meurun tajam saat menjauh dari titik resonansi.

Nah itulah jenis-jenis dari suspensi Axle Rigid, sekarang kalian udah tau bagaimana kekurang dan kelebihan serta komponen dari suspensi tipe ini, semga bermanfaat, jangan lupa baca-baca artikel yang lainnya juga yah.
loading...

Hanya seseorang yang ingin berbagi apa yang dia tahu dan kagumi, semoga bermanfaat untuk kita semua


EmoticonEmoticon