Sabtu, September 15, 2018

Dasar Dan Komponen Motor Stater Lengkap Gambar

Loading...
SISTEM STARTER

    URAIAN Karena mesin tidak dapat
berputar dengan sendirinya, dibutuhkan tenaga dari luar untuk mengengkol dan membantunya untuk hidup. Diantara berbagai peralatan yanga ada, sekarang automobil menggunakan motor listrik yang dikombinasikan dengan magnetic switch untuk mendorong pinion gear yang berputar ke dalam atau keluar dari/ hubungan dengan ring gear yang ada pada roda penerus (flywheel) mesin.

Pelajari Juga :





    Motor starter harus dapat membangkitkan momen puntir yang besar dari sumber tenaga baterai
yang terbatas. Pada waktu yang

bersamaan harus ringan dan kompak. Oleh karena itu maka dipergunakanlah motor serie DC (direct current). Mesin tidak akan dapat start sebelum melakukan siklus operasionalnya berulangulang yaitu langkah hisap,kompresi, pembakaran dan buang. Langkah pertama untuk menghidupkan mesin, memutarkannya dan menyebabkankemudian siklus pembakaran pendahuluan.

    Motor starter minimal harus dapat memutarkan mesin pada kecepatan minimum yang diperlukan untuk memperoleh pembakaran awa l. Kecepatan putar minimum yang diperlukan untuk menghidupkan mesin berbeda tergantung pada konstruksi dan kondisi operasinya tetapi pada umumnya 40 sampai 60 rpm untuk motor bensin dan 80 sampai 100 rpm untuk motor diesel.

    Alasannya mengapa mesin tidak akan hidup sampai kecepatan putarannya mencapai tingkat tertentu meliputi :

    • Bahan bakar tidak teratomisasi sepenuhnya pada putaran rendah. Pada motor bensin, kecepatan udara masuk berpengaruh terhadap kerja karburator. Pada motor diesel, kecepatan putaran pompa injeksi yang rendah tidak memungkinkan terjadinya atomisasi bahan bakar secara sempurna.

    • Temperatur yang terlalu rendah. Pada motor bensin, temperatur silinder yang rendah menghambat pengabutan bahan bakar. Pada motor diesel, hingga temperatur udara yang dikompresikan di dalam silinder tercapai, bahan bakar masih dapat saja gagal terbakar.

    Karena karakteristik motor starter semakin rendah putarannya, inj akan mengambil arus lebih besar dari baterai, dan baterai mungkin tidak mampu untuk memberikan tenaga yang cukup ke sistem pengapian (pada motor bensin) selama pemutaran awal, karena tegangan di terminal baterai banyak turun. Bila ini terjadi, maka kemampuan pembakaran akan menurun, karena tegangan yang masuk ke kumparan primer dari menyebabkan tegangan dikirimkan ke ignition coil tidak cukup, sekunder yang tidak cukup
busi

PRINSIP KAIDAH ULIR KANAN

    Bila arus mengalir dalam suatu penghantar (conductor), medan magnet akan bangkit pada arah yang terlihat pada ilustrasi di samping sesuai kaidah ulir kanan.

KAIDAH TANGAN KIRI FLEMING


    Jika suatu penghantar berada di dalam garis gaya magnet, dan penghantar tersebut arus listrik maka penghantar tersebut menghasilkan gerak. Pada kaidah tangan kiri fleming, jari telunjuk dialiri akan menunjukkan arah garis gaya magnet dari utara ke selatan, jari tengah menunjukkan arus listrik mendekati dan gerakkan ibu jari menunjukkan penghantar

Baca Juga :





MOTOR STARTER

    Motor Starter yang sekarang dipergunakan pada automobil menggunakan magnetic switch yang mendorong gear yang berputar (disebut pinion gear) untuk menghubungkan dan melepaskan perkaltan dengan ring gear yang berada di sekeliling flywheel yang dilkat dengan baut-baut pada poros engkol.

    Dewasa ini ada dua tipe utama motor starter yang dipergunakan pada mobil-mobil dan truk-truk kecil yaitu reduksi. Automobil yang konvensional dan dirancang untuk daerah dingin menggunakan motor starter tipe reduksi yang menghasilkan momen yang lebih besar yang dibutuhkan untuk menghidupkan mesin pada temperatur rendah.

    Karena kemampuannya membangkitkan momen jauh lebih besar dari pada tipe konvensional pada ukuran dan berat yang sama, maka banyak automobil yang mulai menggunakan tipe reduksi meskipun dioperasikan di daerah panas.

1. TIPE KONVENSIONAL


    KONSTRUKSI Motor Starter tipe ini terdiri dari sebuah magnetic switch, motor elektrik, drive lever, pinion gear, starter clutch dan lain-lain seperti terlihat di bawah.

    Pinion gear ditempatkan satu poros dengan arma Pada umumnya motor starter digolongkan menurut nominal outputnya (dalarn KW) - makin besar outputnya semakin besar pula kemampuan startnya. Pada umumnya kendaraan menggunakan baterai 12 V maka motor starter juga dirancang untuk tegangan tersebut.

   Beberapa kendaraan bermotor diesel menggunakan dua buah bateral 12 V yang dihubungkan seri (12 V + 12 V - 24 V) dengan sebuah motor starter 24 V untuk memperbesar kemampuan start. Konstruksi, cara kerja dan prosedur trouble shooting untuk motor starter 24 V pada dasarnya sama dengan tipe 12 V. Kali kami lebih mengkonsentrasikan pada tipe 12 V yang lebih umum

1. Yoke Assy

    Yoke assy terdiri dari :
Yoke core, pole core, field coil dan brush (+). Field coil dipasang pada setiap kutub (pole) dengan menggunakan lempeng kabel tembaga dan diisolasi satu dengan yang lainnya serta terhadap core dan dihubungkan secara serf dengan gulungan armatu-re melalui brush.

    Pole core berfungsi untuk menopang field coil dan berfungsi untuk memperkuat medan magnet yang dihasilkan oleh field coil. Pada umumnya setiap motor starter memiliki 4 buah pole core yang diikat pada yoke core (body starter) dengan skrup.

2. Armature Assy

    Armature assy terdiri dari :
Armature shaft, helical spline, armature winding, armature core dan comu-tator. Secara umum armature berfungsi untuk merubah energi listrik menjadi energi mekanik ( gerak putar). Armature core merupakan sebatang besi yang berbentuk silinder bercelah yang berfungsi sebagai inti besi dari coil armature. Armature shaft bertumpu pada 2 atau 3 bearing bush.

    Helical splines dibuat pada poros untuk memung-kinkan overruning clutch bergeser secara halus saat bertaut dengan ring gear. Loops / gulungan armatu-re terletak pada core dan diisolasi satu dengan yang lainnya dan ujungujungnya dihubungkan ke

segmentsegment comutator. Overruning Clutch Assy OC. digunakan untuk meneruskan torsi putaran armature ke ring gear mesin. OC. memungkinkan pinion berputar lebih cepat dari armature setelah mesin distart, mencegah kerusakan armature akibat gaya sentifugal pada kecepatan tinggi.



Overruning clutch terdiri dari :
   1. Driving member yang dihubungkan dengan spline tube.
   2. Driven member yang dihubungkan pada pinion.
   3. Clutch springs.
   4. Cylindrical rollers.

    Ada 5 atau Iebih roller antara driven dan driving member, celah. rollers ini terletak pada lubang atau Permukaan luar dari celah ini sedikit miring dan tirus (tapered ). Setiap rollers didorong kearah bagian tirus dari celahnya oleh sebuah coil spring kecil.

    Bila outer barrel berputar ke arah jarum jam maka roller antara outer barrel dan inner barrel sehingga outer barrel dan inner barrel berputar dalam arah yang sama. Keadaan demikian disebabkan karena roller ditekan oleh spring dan putaran outer barrel. Apabila mesin telah hidup, maka pinion akan terpu-tar lebih cepat dari outer barrel .

    Akibatnya akan memindahkan roller dari posisi semula hingga memungkinkan outer berputar bebas dari inner barrel. Dengan demikian putaran pinion akibat putaran ring gear tidak diteruskan ke armature.

3. Magnetic Switch Assy

    Magnetic switch terdiri dari : Solenoid, Inti Magnet, Plunger,
(inti gerak ), Return spring, Kontak dan Terminal. Solenoid terdiri dari 2 coil yaitu pull in coil (penarik) dan hold in coil ( penahan ), yang berfungsi untuk menggerakkan pinion sehingga bertaut dengan engine ring gear dengan cara menarik dan menahan plunger.

3. Drive End Frame

    Satu bagian dari drive end frame menutup overruning clutch dan drive lever, yang berfungsi mem-berikan perlindungan dan debu dan udara korosif. Oilless bush dipress fit pada drive end frame, se-hingga memberikan inter val service yang lama.

4. Rear End Frame

   Oilless bush juga dipress fit pada rear end frame. Grease ditambahkan pada cover belakang untuk melumasi antara bush dan ujung poros dan jugs untuk melumasi brake spring.

5. Drive Lever

    Drive lever (tempat dipasangnya drive spring) dihubungkan dengan sambungan penggeser ( Shift Linkage) untuk menghasilkan pertautan pinion dengan ring gear yang halus dan efisien.

loading...

Hanya seseorang yang ingin berbagi apa yang dia tahu dan kagumi, semoga bermanfaat untuk kita semua


EmoticonEmoticon