Kamis, Mei 16, 2019

Komponen Cara Kerja Transmisi Otomatis Mobil


Sebelumnya dulu kita sudah mempelajari cara kerja transmisi manual, meneruskan materi yang dulu sekarang kita akan mempelajari Transmisi Otomatis. Tranmisi Otomatis adalah transmisi yang melakukan perpindahan kecepatan secara otomatis, langsung saja berikut uraian materinya.

TRANSMISI OTOMATIS
URAIAN
     Bila pengemudi mengendarai kendaraan yang menggunakan transmisi manual, shift lever dipergunakan untuk memindahkan tingkat gigi transmisi pada tingkat yang lebih tinggi, untuk menambah kecepatan kendaraan. Pada saat menuruni bukit atau pada saat kendaraan tidak memiliki cukup tenaga untuk mendaki bukit maka transmisi perlu dipindahkan ke tingkat yang rendah. Untuk alasan ini, maka pengemudi perlu selalu memahami beban mesin dan kecepatan kendaraan untuk dapat memindahkan gigi dengan tepat. Dengan menggunakan transmisi otomatis, maka perhatian pengemudi yang seperti di atas tidak diperlukan lagi, karena pemindahan gigi-gigi transmisi dilakukan secara otomatis pada saat yang paling tepat sesuai
dengan beban mesin dan kecepatan kendaraan.

Yuk Pelajari Lagi Dan Pahami Lebih Dalam Tentang : Cara Kerja Dan Komponen Sistem Rem Lengkap Gambar

KEUNTUNGAN TRANSMISI OTOMATIS
     Dibandingkan dengan transmisi manual, transmisi otomatis mempunyai beberapa keuntungan sebagai berikut:
1. Mengurangi kelelahan pengemudi dengan meniadakan pengoperasian pedal kopling dan pemindahan
gigi-gigi.
2. Perpindahan gigi yang terjadi secara otomatis dan lembut pada kecepatan yang sesuai dengan kondisi pengemudian, dengan demikian akan membebaskan pengemudi dari teknik pengendaraan yang menyulitkan seperti pengoperasian kopling.
3. Mencegah mesin dan pemindah tenaga dibebani beban yang berlebihan karena semuanya dihubungkan secara hidraulis (melalui torque converter) yang bukan mekanik.

BAGIAN-BAGIAN UTAMA DAN FUNGSI DASAR
     Transmisi otomatis terdiri dari beberapa jenis yang dibuat dengan cara yang berbeda-beda, tetapi fungsi dasar dan prinsip kerjanya sama. Transmisi otomatis mempunyai beberapa komponen utama. Agar transmisi otomatis dapat bekerja dengan baik, maka bagian-bagian ini harus dapat bekerja dengan tepat dan dalam keadaan baik. Untuk memperoleh
pemahaman sepehuhnya tentang cara kerja transmisi otomatis, perlu dipahami peranan dasar dari bagian-
bagian utama.

     Transmisi otomatis terdiri dari beberapa komponen utama sebagai berikut:
1. Torque converter
2. Planetary gear unit
3. Hydraulic control unit
4. Manual linkage
5. Automatic transmission fluida 

TORQUE CONVERTER 

     Torque converter dipasang pada sisi input shaft transmisi dan diikat dengan baut ke flywheel crankshaft.
Torque converter diisi dengan minyak transmsisi otomatis (ATF) yang berfungsi untuk memperbesar
momen mesin dan diteruskan ke transmisi.

Fungsi torque converter :
1. Memperbesar momen (torque) yang dihasilkan oleh mesin.
2. Bekerja sebagai kopling otomatis yang memindahkan (atau memutuskan) momen mesin ke transmisi.
3. Meredam getaran (torsional vibration) akibat momen dari mesin dan pemindahan daya (drive train).
4. Berfungsi sebagai flywheel untuk memperlembut putaran mesin.
5. Menggerakkan pompa oli dari hydraulic control system.



BRAKE

     Brake memegang salah satu komponen planetary gear (sun gear, ring gear atau carrier) yang dapat
bergerak untuk mendapatkan perbandingan gigi yang diperlukan. Brake dioperasikan oleh tekanan hidrolik. Ada dua tipe brake yaitu wet multiple disc brake dan
band type brake.

     Pada tipe multiple disc brake, plate-plate yang diikatkan dengan rumah transmisi dan disc yang berputar integral dengan masing-masing planetary gear set
ditekan satu sama lain untuk memegang salah satu bagian planetary gear agar tidak bergerak.

Tambah Ilmu kamu Yuk, Mari Kita Pelajari Cara Mudah Menggunakan Silinder Bore Gauge
     Pada tipe band brake, brake band dilingkarkan disekeliling brake drum yang disatukan dengan salah satu
bagian planetary gear. Jika tekanan hidrolik bekerja pada piston yang berhubungan dengan brake band,
brake band akan mencengkeram brake drum untuk memegang salah satu bagian planetary gear agar
tidak bergerak.

CLUTCH DAN ONE-WAY CLUTCH

     Clutch menghubungkan torque converter untuk memindahkan momen mesin ke intermediate shaft dan memutuskan hubungan torque converter dari planetary gear untuk menghentikan pemindahan momen.
Clutch tipe multiple-disc terdiri dari beberapa disc yang disusun bolak-balik. Clutch dihubungkan dan dibebaskan oleh tekanan hidrolik. One-way clutch terdiri dari inner race dan outer race dengan sprag atau roller yang ditempatkan ditengahnya. One-way clutch hanya dapat meneruskan momen puntir pada satu arah.

HYDRAULIC CONTROL SYSTEM

     Hydraulic control system terdiri dari oil pan yang berfungsi sebagai reservoir fluida, pompa oli untuk
membangkitkan tekanan hidrolik, katup-katup yang mempunyai berbagai fungsi dan pipa-pipa saluran fluida yang mengalirkan minyak transmisi ke clutch, brake dan bagian-bagian lain pada hydraulic control system. Sebagian besar katup hydraulic control system diletakkanpada valve body assembly yang berada di bawah
planetary gear.

Fungsi hydraulic control system:
1. Mengalirkan minyak transmsisi ke torque converter.
2. Mengatur tekanan hidrolik yang dihasilkan oleh pompa oli.
3. Merubah beban mesin dan kecepatan kendaraan menjadi hidrolik "signal".
4. Memberikan tekanan hidrolik ke clutch dan brake untuk mengatur operasi planetary gear.
5. Melumasi bagian-bagian transmisi dengan minyak.
6. Mendinginkan torque converter dan transmisi dengan minyak.

SHIFTING CONTROL
     Hydraulic control system merubah beban mesin dan kecepatan kendaraan menjadi hydraulic "signal". Berdasarkan signal inilah tekanan hidrolik dialirkan ke kopling, rem dan planetary gear untuk merubah gear ratio secara otomatis sesuai dengan kondisi pengemudian. Shifting dilakukan oleh hydraulic control unit dengan cara sebagai berikut.

MANUAL LINKAGE
     Transmisi otomatis melakukan up-shift dan down-shift secara otomatis. Tetapi ada dua buah linkage yang memungkinkan dioperasikan secara manual oleh pengemudi dihubungkan dengan transmisi otomatis. Linkage ini adalah selector lever dengan cable dan accelerator pedal dan throttle cable.

SHIFT SELECTOR CABLE
    Shift selector lever mempunyai shift lever dari transmisi manual. Ini dihubungkan dengan transmisi melalui kabel. Pengemudi dapat memilih mode gerakan maju atau mundur, netral dan parkir dengan mengoperasikan lever ini. Pada kebanyakan transmisi otomatis, mode maju terdiri dari tiga tingkat "D" (Drive), "2" (Second) dan "L" (Low). Untuk keamanan, mesin hanya dapat di start hanya pada posisi "N" (Neutral) atau "P" (Parkir); karena pada posisi tersebut transmisi tidak dapat meneruskan tenaga dari mesin ke drive train.

PEDAL AKSELERASI
     Pedal akselerasi dihubungkan melalui kabel pada throttle valve (throttle position sensor). Derajat
penekanan pedal akselerasi, juga merupakan pembukaan throttle valve diteruskan ke transmisi melalui kabel ini. Transmisi otomatis melakukan up-shift dan down-shift tergantung pada beban mesin (pembukaan throttle
valve) dan pengemudi dapat mengubahnya dengan mengatur penekanan pedal akselerasi.

AUTOMATIC TRANSMISSION FLUID (ATF)
     High-grade petroleum-based mineral oil khusus yang dicampur dengan beberapa bahan tambahan dipergunakan untuk melumasi transmisi otomatis. Minyak ini dikenal sebagai Automatic Transmission Fluid (ATF) untuk membedakannya dari jenis minyak lain.

     Transmisi otomatis harus selalu menggunakan jenis ATF yang telah ditentukan. Penggunaan ATF selain
yang ditentukan atau penggunaan ATF yang campuran akan menurunkan kemampuan transmisi otomatis. Untuk memastikan bahwa transmisi otomatis bekerja dengan benar, level minyak juga penting. Pergunakan dipstick untuk pemeriksaan level minyak, dilakukan saat mesin berputar idle dan transmisi berada pada suhu kerja normal dan posisi tuas transmisi berada pada posisi P.

Fungsi ATF:
1. Memindahkan momen puntir pada torque converter
2. Mengendalikan hydraulic control system, demikian juga kerja kopling dan rem pada transmisi otomatis.
3. Melumasi planetary gear dan bagian-bagian lain yang bergerak
4. Mendinginkan bagian-bagian yang bergerak.

POSISI GIGI.
• P (Park).
     Output shaft dikunci oleh pawl yang masuk ke dalam shaftng lock wheel pada output shaft. Kendaraan tidak dapat bergerak. Tidak ada rasio.
Mesin dapat di-start pada posisi P.
• R (Reverse).
     Kendaraan dapat bergerak dalam arah mundur.
• N (Neutral).
     Tidak ada rasio. Mesin dapat di-start pada posisi N.
• D (Drive).
     Digunakan untuk pengendaraan normal. Transmisi akan bekerja secara otomatis pada setiap gear ratio gigi maju. Saat beroperasi pada posisi D, perpindahan ke gigi yang lebih tinggi atau lebih rendah dicapai melalui perintah dari TCM. Tidak direkomendasikan untuk menarik beban berat atau berjalan pada bukit yang terjal.
• 3 Manual Third.
     Untuk menarik beban berat atau berjalan pada bukit yang terjal. Jika Manual third dipilih, transmisi akan
mulai menggerakkan kendaraan pada gigi 1, naik gigi secara otomatis ke gigi 2 dan 3, tetapi tidak akan naik melebihi gigi 3. Penurunan gigi secara otomatis dan engine brake tersedia. Manual 3rd tidak akan bekerja jika dipilih saat kecepatan kendaraan terlalu tinggi, di atas 140 km/jam.
• 2 Manual Second.
     Saat berjalan pada bukit yang terjal atau jalan yang sangat ramai. Jika Manual second dipilih, transmisi akan mulai menggerakkan kendaraan pada gigi 1, naik gigi secara otomatis ke gigi 2, tetapi tidak akan naik melebihi gigi 2. Penurunan gigi secara otomatis dan engine brake tersedia. Manual 2nd tidak akan bekerja jika dipilih saat kecepatan kendaraan terlalu tinggi, di atas 90 km/jam.
• L Manual First.
     Saat berjalan pada bukit yang sangat terjal dan engine brake maksimum. Jika Manual first dipilih, transmisi tidak akan naik ke gigi 2. Manual 1st tidak akan bekerja jika dipilih saat kecepatan kendaraan terlalu tinggi, di atas 45 km/jam.

     Saat terjadi perpindahan gigi secara otomatis, rasio berubah berdasarkan perintah dari TCM. Penggunaan sensor-sensor elektronik dan switch-switch eksternal menghasilkan input ke TCM. TCM mengolah sinyal-
sinyal ini dan mengirimkan sinyal untuk mengaktifkan mengaktifkan solenoid dalam transmisi.

     Bekerjanya solenoid ini mengarahkan aliran tekanan oli dari pump ke clutch-clutch transmisi. Gigi yang menghasilkan rasio digerakkan melalui clutch, dan arah output shaft dan pembesaran torsi bergantung pada clutch atau kombinasi clutch mana yang bekerja. Tekanan oli pompa transmisi juga dikontrol oleh TCM.

GARIS BESAR FUNGSI DARI ELEKTRONIK

     Pada dasarnya system transmisi terdiri dari:
• TCM, sistem elektronik dengan switch, sensor dan solenoid.
• Torque Converter dengan Lock Up Clutch/ Torque Converter Clutch (TCC)
• Gigi-gigi, clutch dan band.
• Pump, valve, accumulator, servo dan system hidrolis.
Control elektronik berfungsi untuk:
• Mengontrol saat perpindahan melalui shift solenoid.
• Mengontrol lock up clutch melalui lock up solenoid.
• Diagnosa (Check Trans Lamp)
TCM dapat mengontrol faktor-faktor ini dengan menggunakan informasi dari sumber berikut:
• Dari Vehicle Speed Sensor. Kecepatan kendaraan.
• Dari Throttle Position Sensor. Penekanan pedal gas (beban mesin).
• Dari Neutral Start Switch. Posisi shift lever (hanya N, 2 dan L).
• Dari Overdrive Switch. Pemilihan Overdrive.
• Dari Brake Switch. Penekanan pedal gas.


     Cukup sampai di sini dulu untuk materi Transmisi, di artikel selanjutnya kita akan membahas lebih dalam lagi tentang Transmisi Otomatis, dan mengetahui lebih detail komponen-komponen yang terdapat pada Transmisi Otomatis, Selamat Belajar dan semoga Bermanfaat.

loading...

Hanya seseorang yang ingin berbagi apa yang dia tahu dan kagumi, semoga bermanfaat untuk kita semua


EmoticonEmoticon