Saturday, May 25, 2019

Langkah Dan Cara Melakukan Tune Up EFI lengkap

Tune-up-mobil


a.Dasar Teori.
Banyak orang yang menginginkan kendaraannya awet dan nyaman.Kini banyak kasus mobil terbilang masih baru sudah terasa tidak nyaman bagi pengguna,karena mobil yang kurang perawatan.Mungkin dari hal-hal tersebut disbabkan karena perawatan kendaraan yang kurang benar ataupun bahkan tidak dirawat sama sekali.Dari kasus-kasus itu penulis memilih judul untuk pembuatan laporan "Engine Tune Up".

Cara Kerja Dan Komponen Transmisi Otomatis

            Tune up merupakan servis ringan pada mesin kendaraan yang pekerjaannya berupa pemeriksaan, penyetelan, ganti komponen, dan perawatan mesin. Pekerjaan tune up diperlukan, manakala sebuah kendaraan mengalami gangguan pada mesinnya sewaktu berjalan, seperti ada bunyi kasar, kurang tenaga, atau untuk perawatan berkala dan sebagainya. Melakukan pemeriksaan atau tune-up berarti mencegah terjadinya kerusakan yang lebih berat pada mesin. Pekerjaan tune up harus dilakukan sesuai prosedur dari pabrik pembuatnya, baik urutan pengerjaannya, pemeriksaannya, ukuran penyetelannya dan lain – lain. Alat dan bahan. Alat dan bahan yang diperlukan dalam proses tune up Mesin  adalah:
Adapun resiko apabila kurangnya perawatan pada kendaran:
1. Umur kendaraan tidak bertahan lama;
2. Suara mesin kasar;
3. Kerusakan dari yang ringan hingga mesin tidak dapat hidup sama sekali dan lain-lain.
Di harapakan setelah di susunnya laporan ini siswa dapat mengetahui dan memahami pentingnya perawatan pada kendaraan.Semoga laporan ini dapat menjadi acuan bagi para siswa untuk belajar "Engine Tune Up".

Baca juga :
Cara mencari kabel yang konslet atau berhubungan pendak, atau bahkan mencari SIRKUIT LISTRIK YANG JELEK baca
Cara Cepat Menggunakan Multitester

Langkah Langkah Tune UP EFI


1. Siapkan Alat Dan Bahan

Saipkan alat yang di butuhkan untuk tune up, alat-alat dasar biasanya sudah ada pada tool kit bawaan dari pabrik mobil pembuat. Tapi jika kamu mempunyai kunci-kunci pribadi akan lebih membantu. Siapkan alat sesuai yabg di butuhkan karena setiap mobil menggunakan kunci berbeda-beda.

Secara UMUM pada mobil menggunakan Kunci 10 mm, 12 mm, 14mm, Kunci Busi 16 mm. Kunci ini digunakan pada umumnya untuk kendaraan yang sudah Fuel Injection Atau EFI. Sedangkan untuk kendaraan karbuarator umunya menggunakan busi yang lebih besar dengan ukuran kunci 20,8mm. Jika kunci semua sudah lengkap kita lanjut ke proses tune up.

2. Periksa System Pendingin

Hal yang termudah sebelum kamu membongkar lebih banyak lagi komponen pertama cek system pendingin mobil kamu. Cek dengan seksama dan teliti jika perlu gunakan senter dan spion untuk mengintip area yang sulit terlihat. Hati - hati jika kendaraan masih panas buka tutup radiator dengan perlahan sembari melepas selang reservoir agar tekanan uap terbuang melewati reservoir. Hal ini tidak berlaku pada kendaraan yang mengalami masalah pada sistem pendinginnya.


  • Cek Kebocoran


 Cek apakah ada kebocoran pada system pendingin mobil kamu, biasanya jika ada kebocoran akan ada noda putih pada area yang bocor ataupun noda warna colent yang kamu pakai. Jika terjadi kebocoran putuskan apakah part itu harus di ganti atau bisa di repair. Kebocoran biasanya terjadi pada klem-klem persambungan , tabung reservoir, Selang, Dan kisi kisi radiator.


  • Cek Jumlah Air Pada Tabung Reservoir
Periksa jumlah air yang tertampung pada tabung reservoir, jika kurang tambahkan sampe batas FULL atau MAX tapi saya menyarankan untuk ditambah sedikit melebihi batas full. Jika tabung reservoir kotor, atau airnya keruh bersihkan menggunakan sabun dan kerikit batu kecil kemudian di kocok-kocok hingga kotoran hilang.

  • Cek Kondisi Komponen System Pendingin
Cek secara visula ataupun dengan menyentuhnya, cek apakah radiator kotor berlebih dengan mebuka tutup radiator, lihat pada bagian leher upper tank, jika kotor segera bersihkan ke tukang radiator. Cek apakah tutup radiator masih utuh, tidak kotor, dan kerja katup masih normal dengan cara menekan-nekan karet pada tutup radiator, jika macet ganti tutup. Cek selang apakah kotor dan berkerak, caranya dengan menekan secara pelan selang, jika selang terasa keras segera lah ganti. 

Notic : jiks pada sistem pendingin kotor bahkan berkerak, maka keraknya akan menghambat aliran air, sehingga sirkulasi air akan berkurang dan bisa menyebabkan over hating ataupun komponen radiator akan jebol karena sempitnya jalan sirkulasi air sedangkan tekanan pada sitem pendingin sangatlah besar.

3. Periksa Drive Belt/Tali Kipas

Periksa kekencangan tali kipas, jika terlalu kencang maka akan berdampak pada komponen lain. Jika tali kipas terlalu kencang maka akan menekan kerja dari bearing-bearing yang berhubungan dengan tali kipas tersebut, dan dapat menyebababkan kerusakan pada bearing tersebut, yang jika dibiarkan akan menimbulkan suara abnormal. Cek juga apakah tali kipas mengalami retak-retak, sobek. JIka kondisinya tidak memungkinkan tali kipas bekerja maka segera ganti dengan yang baru. Tali kipas sangat berperan penting pada kerja setiap komponen, jika tali kipas putus ketika mesin berjalan maka akan berdampak pada kerjanya komponen-komponen yang lain, seperti dinamo cas atau alternator, kompresos, power stearing dan lainnya.

4. Cek Kondisi Aki

Aki berguna sebagai penyimpan arus listrik, maka sangat vatal jika aki tiba-tiba rusak atau tekor. Perawatan pada aki berguna untuk mencegah hal itu terjadi. Cek kondisi casing aki apakah mengembug, retak dan sebagainya. Cek juga kondisi air aki, jika kurang dari lower level/ terlihan berkurang maka tambah air aki dengan mengunakan air suling secukupnya. Isilah air aki secukupnya jangan terlalu penuh, jika terlalu penuh maka aki akan mengalami penguapann yang berlebihan dan akan menimbulkan jamur bahkan jika ventilasi tutup pada aki tersumbat dan aki mengalami penguapan  berlebihan maka aki akan meledak. JIka dibengkel resmi pengecekan aki menggunkan alal canggi, disini kita akan menggunakan cara konvensional. Jika aki sudah wajib di ganti maka akan mengalami ciri-ciri seperti, jika kendaraan berhenti cukup lama dan akan di stater maka stater akan berbunyi cengek-ngek jreng (mesin nyala). Ini menandakan bahwa aki sudah wajib diganti karena sudah atau kurang efektiv lagi dalam menyimpan arus listrik.

5. Cek Kebocoran Oli

Ini sangatlah perlu karena mesin membutuhkan pelumsan yang cukup untuk bekerja dengan optimal. Jika pelumasan berkurang maka komponen mesin yang terdiri dari besi-besi maka kan mengalami gesekan, yang akan menyebabkan komponen tersebut mengalami keausan, maka dari itu  kita harus rajin dalam mengecek ketinggian oli. Secara wajar oli pada mesin akan tetap berkurang karena mengalami penguapan bahkan terbakar, namun tidak banyak kurang lebih per 10.000 km secara normal oli yang hilang sebanyak 250 ml.

Tapi jika oli mesin mobil kamu selalu berkurang maka distu ada kebocoran oli baik yang secara terlihat maupun kebocoran yang terjadi di dalam mesin. Secara visula cek ketinggian oli. Oli harus berada sedikit diatas garis full jika mesin belum dinyalakan. Jika mesin duah menyala selama 5 menit maka oli sudah bersikulasi dan ketingian oli akan berkurang biasanya tepat atau sedikit dibawah garis F.

Batas wajar ketinggian oli tidak kurang dari garis Low dengan pengukuran setelah unit di nyalakan selama 5 menit. Cek kebocoran oli yang terlihat secara visual, jika memungkinkan segara ganti seal, jangan hanya memberi sealer saja, karena hanya berdampak sementara.

6. Cek Filter Udara

Filter udara berfungsi sebagai penyaring kotoran udara masuk pada kendaraan bermotor. Jika filter udara kotor maka akan menyebabkan udara yang masuk kedalam ruang bakar terhambat. Akibat dari filter udara kotor sangatlah banyak dan berpengaruh cukup besar ke performa mesin. Diantaramya

  • Mesin Boros
Mesin boros ini di akibatkan karena udara yang masuk sangat sedikit sedangkan bahan bakar yang di injeksikan cukup banyak yang menyebabkan pengemudi harus menginjka pedal gas cukup dalam untuk mendapatka tenaga pada mesin, sehingga mesin terkesan boros.
  • Bagian Dalm Mesin Kotor
Khusunya pada saluran intake akan menglami pengerakan yang cukup banyak oleh adanya sisia kotoran yang terhisap karena filter yang kotor. Debu yang masuk ke dalam saluran intake akan menggumpal membentuk kerak karbon yang keras yang mempersempit jalan masuk udara sehingga menyebabkan mesin tinak bertenaga.

  • Mesin Nglitik
Akibat dari bagian dalam mesin yang kotor seperti pada bagian atas piston dan bawah silinder head, maka debu tadi akan menjadi kerak karbon. Kerak karbon yang terbentuk akan menyebabkan kpasitas didalam silinder berkurang sehingga kompresi pun naik yang akan menyebabkan bahan bakar terbakar sebelum busi mengeluarkan bunga api yang kita sebut sebgai knocking atau nglitik.

Bersihkan filter udara jika kondisi belum terlalu kotor dengan udara bertekanan dari arah berlawanan udara masuk ke intake. Tapi jika filter sudah sangat hitam atau terlihat hitam maka segera ganti filter udara dengan yang baru.

7. Cek Atau Bersihkan Filter Bensin

Karena kita melakukan tune up di rumah dengan alat seadanya maka cek dan bersihkan filter bensin yang terletak di luar tanki bensin. Jika filter terletak didalam tanki saran saya pergi ke bengkel resmi dan lakukan pembersihan filter bensin mobil kamu. Jila filter bensin terletak di luar tanki seberti mobil karbutaor, semi injeksi dan injeksi yan terletak di luar, lepas dan bersihkan filter. 

Caranya kamu masukan bensin bersih kedalam filter dari arah IN sampai sedikit agak penuh. Jika sudah maka ketuk ketukan filter ke lantai dengan ketukan yang agak keras selama beberapa menit hingga dikira kotoran pada filter tontok, Kemudian semprot menggunakan udara bertekanan ata cukup hanya mebalik filter hingga bemsi terjatuh dari arah IN. Jika pada saat pertama bensin di keluarkan dari filter sangat lah hitam atau coklat segera ganti filter karena dipastika pori-pori pada filter sudah tersumbat. Jika hal ini dibiarkan saja maka akan menyebabkan mobil mogok karena aliran bensin terhambat.

8. Cek Bersihkan Aatau Ganti Busi

Terakhir dalam tune up Cek kondisi Busi secara visula apakah ujung elektroda sudah habis atau masih cukup. Jika sekiranya ujung elektroda pada busi masih berbentuk sedikit lurus tidak sangat miring, kamu cukup membersihkan busi dengan amplas, atau sikat besi kemudian stel celeh busi sesuai standar. Setiap busi memiliki standar celah yang berbeda-beda. Setelah itu pasang kembali

Jika ujung elektroda sudah habis bahkan sagat miring segera ganti busi dengan busi standarnya. Jika hal ini di biarkan maka mesin bisa mogok, tidak bertenaga dan boros. Segera lakukan penggantian busi.

Itulah beberapa langkah atau cara dalam melakukan tune up mobil efi, untuk pnyetelan celah katup dilakukan pada kendaraan dengan rocker arm atau OHV untuk kendaraan seperti DOHC tidak dilakukan penyetelan celah katup seperti pada mobil Xenia, Gran Max, Ayla dll

Untuk penggunaan scaner dilakukan ketika hanya terjadi trouble seperti check engine menyala, untuk mengetahui Data Trouble Code yang di butuhkan.

Untuk penyetelan pengapian di sarankan menggunkan alat seperti timing light, namun jika kamu sudah cukup mahir dalam mendengarkan sura mesin kamu cukup mengubah atau memajukan atau memundurkan distributor.

Khusus untuk mesin EFI tidak dilakukan pengecekan pengapian, karena maju mundurnya pengapian sudah di atur oleh ECU dengan di bantu oleh sensor KNOCKING

Sekian Info dari saya, 

Hanya seseorang yang ingin berbagi apa yang dia tahu dan kagumi, semoga bermanfaat untuk kita semua

This Is The Newest Post

2 comments

Min ukuran celah busi nya berapa. Min dan max nya. ??

Untuk celah berbeda setiap jenis mesin, namun biasanya rentang celah busi 0.9-1.1 MM


EmoticonEmoticon