Friday, May 24, 2019

Sistem Rem (Break Sytem) Cara Kerja Komponen SyaratLengkap Gambar Dan Tipe Boster Rem

Otomotif
SISTEM REM

     Rem dibutuhkan tidak hanya untuk memperlambat atau menghentikan kendaraan tetapi juga untuk mengamankannya saat posisi parkir sehingga mencegah terjadinya kecelakaan. Rem kendaraan dibutuhkan untuk memenuhi standar keamanan otomotif karena mereka memiliki hubungan penting dengan keamanan berlalu-lintas.


     Rem kendaraan dapat dibagi menjadi service brake dan parking brake. Service brake memiliki foot pedal untuk mengontrol laju kecepatan sedangkan parking brake memiliki lever atau hand grip yang ditarik untuk menahan kendaraan agar diam untuk waktu yang lama. Parking brake juga digunakan sebagai emergency brake. Untuk mendapatkan gaya pengereman yang lebih besar, kendaraan heavy-duty dengan desain terbaru mengadopsi auxiliary brake yang dapat digunakan bersama dengan service brake.

PRINSIP REM

     Prinsip rem adalah merubah energi gerak menjadi energi panas. Umumnya, rem bekerja disebabkan oleh adanya sistem gabungan penekanan melawan sistem gerak putar. Efek pengereman (braking effect) diperoleh dari adanya gesekan yang ditimbulkan antara dua objek/ benda.

TIPE REM

Automotive brake dapat dibagi menjadi sebagai berikut.
    1. PEMBAGIAN MENURUT METODE PENGONTROL
         1.1 Foot brake
         1.2 Hand brake
    2. PEMBAGIAN MENURUT PENGGUNAAN
          2.1 Service brake 2.2 Emergency brake
          2.3 Parking brake
     3. PEMBAGIAN MENURUT POSISI PEMASANGAN
           3.1 Brake pada propeller shaft
           3.2 Brakes pada roda Brake pada roda dapat dibagi lagi menjadi 2 tipe
                 3.2.1 Drum brake
                 3.2.2 Disc brake
      4. PEMBAGIAN MENURUT PRINSIP KERJA
          4.1 Mechanical brake (Rem yang secara mekanis dikontrol menggunakan rod atau kabel)
          4.2 Hydraulic brake (Rem dikontrol oleh tekanan hidrolis)
          4.3 Power brake (Rem dikontrol oleh udara bertekanan)

REM KAKI


      Rem yang dioperasikan secara hidrolis yang paling banyak digunakan pada kendaraan bergantung pada hukum pascal yang menyarankan bahwa tekanan kaki yang bekerja pada brake pedal dirubah melalui master cylinder menjadi tekanan hidrolis yang diteruskan melalui pipa ke wheel cylinder agar menghasilkan efek pengereman.

PENGONTROL REM

1. Master Silinder


     Master cylinder adalah alat untuk merubah tekanan kaki pada brake pedal menjadi tekanan fluida. Fitur lain dari brake master cylinder assembly termasuk pengisian cepat dari sirkuit hidrolis dengan minyak rem dari reservoir dan kerja dari reaction disc yang meneruskan perubahan tekanan fluida kembali ke brake pedal, memberikan pengemudi respon pedal rem.

     Seperti terlihat dalam gambar, master cylinder desain konvensional terdiri dari fluid reservoir dan cylinder dengan inlet port dimana fluida yang mengalir disuplai dan return port yang mengembalikan fluida ke reservoir. Terpasang pada oil return port adalah check valve yang berfungsi untuk mempertahankan fluida dalam sirkuit rem pada tekanan optimum.

     1.  Tipe Master cylinder tandem


     Primary piston assembly terdiri dari primary secondary cup
cup, and return spring. Secondary piston memiliki primary cup dan dua secondary cup dan return spring yang mengatur secondary piston assembly. Primary dan secondary piston assembly dihubungkan satu sama lain dengan return spring untuk mencegah kesalahan posisi dari primary dan secondary piston.

      Pada secondary piston terdapat return spring, yang ditahan pada posisinya dalam cylinder oleh stopper bolt, dan primary piston dikembalikan oleh spring ke posisi bersinggungan dengan snap ring.
Minyak rem dari fluid reservoir dialirkan melalui fluid passage ke dalam cylinder dimana dialihkan oleh primary dan secondary piston ke front dan rear brake.

      2. Master Vacuum

    master-vacum  adalah booster tipe vacuum yang didesain untuk memperbesar gaya pengereman dengan menggunakan perbedaan tekanan antara vakum dan tekanan atmosfir. Master-vac terpasang antara brake pedal dan master cylinder untuk membantu aksi pengereman dan power section dibuat kompak. Master-vac berfungsi untuk meminimalkan tekanan kaki yang dibutuhkan untuk mengoperasikan brake pedal dan pada power section terdapat control valve dan komponen sensitif untuk memberikan pengemudi respon brake pedal.

Konstruksi

     Master-vac assembly terdiri dari komponen-komponen seperti terlihat di atas. Power cylinder terdiri dari bakelite power piston dan rubber diaphragm. Power cylinder terdiri dari front shell dan rear shell, dimana di antaranya terdapat diaphragm assembly, sehingga bagian dalam dari power cylinder tidak berhubungan dengan udara luar. Chamber antara power cylinder dipisahkan oleh diaphragm juga dipertahankan kedap udara. Power piston assembly diarahkan oleh tube yang pas bergeser dalam rear shell, dan seal pada rear shell berfungsi mempertahankan penyegelan antara rear shell dan guide tube.

     Valve body guard terpasang untuk melindungi guide tube terhadap debu, air dan partikel asing lainnya. Terpasang pada sisi kiri power piston adalah push-rod plunger, pada ujung sisi kanan yang terpasang berlawanan dengan rubber reaction disc dibuat dalam power piston. Reaction disc terbuat dari material elastis untuk mengijinkan pergerakan independent dari power piston dan push-rod. Pushrod plunger diperpanjang melalui bagian sliding front shell disegel dengan plate dan seal assembly. Tekanan negatif masuk ke dalam constant pressure chamber dalam cylinder melalui check valve pada front shell. Valve plunger terpasang pada operating rod langsung berhubungan dengan brake pedal. Valve plunger dan operating rod dikembalikan ke posisi kanan power piston oleh return spring. Vacum valve assembly terpasang pada ujung dari air valve dengan menggunakan vacum valve spring untuk mempertahankan saluran udara tertutup.

     3. VACUUM PUMP

     Garis besar Vacuum pump di-spline langsung ke AC generator dan digerakkan oleh mesin melalui fan belt. Vacuum pump menarik udara dari air tank agar kondisinya bertekanan negatif.

Konstruksi

     Vacuum pump adalah tipe rotary dengan empat vane terpasang pada radial slot rotor dalam casing. Saat rotor digerakkan, celah antara ujung vane dan pump case berubah-ubah dan mengirimkan udara dari inlet port ke outlet port, menyebabkan sisi inlet menjadi kondisi kevakuman. Vacuum pump cover memiliki oil pipe tempat dimana oli mesin diberikan sedangkan pompa bekerja untuk melumasi komponen yang bekerja. Oli mesin juga bercampur dengan udara yang tertarik oleh pompa untuk menghasilkan sealing dari vane dan oli kemudian dikembalikan ke oil pan. Vane selalu berhubungan dengan dinding dalam casing untuk mempertahankan sealing yang terbuat dari sintered carbon dan lebih keras dari carbon brush untuk alternator, tetapi mereka akan aus lebih cepat dan dapat tergores permukaannya jika dibiarkan beroperasi tanpa pelumasan yang cukup.

     Untuk mencegah keausan, untuk memperbaiki sealing antara vane dan inner wall dari casing dan untuk memberikan komponen yang bergesekan efek pendinginan, oli mesin diberikan pada bagian yang bergesekan dari vane dan casing. Oli mesin dialirkan melalui oil port, ke oil delivery port pada rear end frame dari alternator dan melumasi sliding bearing. Setelah melumasi komponen yang bekerja, oli dikembalikan melewati crankcase mesin, ke oil pump bersama dengan udara. Check valve pada air inlet side vacuum pump berfungsi untuk mencegah aliran berlawanan udara dari vacuum pump ke air tank dan oli dari vacuum pump ke mesin.


     Cara kerja Saat pompa seperti gambar a, udara ditarik ke dalam vacuum pump dari air tank. Setelah pompa bekerja dan sampai kondisi seperti pada gambar b, chamber 1 disegel oleh blade 1 dan 4 yang bersinggungan dengan inner wall dan dalam gambar c, udara yang terjebak dalam chamber dikompresikan. Saat pompa terus berputar sampai pada posisi d, udara bertekanan dialirkan melalui outlet port. Siklus operasi yang sama juga terjadi pada chamber 2, 3 dan 4 untuk menghasilkan vakum dalam air tank.

      4. KATUP PENYEIMBANG (PROPORTIONING VALVE)

     Distribusi beban pada roda depan dan belakang sangat bervariasi dan khususnya distribusi beban pada roda belakang sangat dipengaruhi oleh kondisi beban. Karena distribusi gaya pengereman pada roda depan dan belakang ditentukan untuk menyediakan aksi pengereman yang paling efektif saat kendaraan beban penuh, pengereman tiba-tiba saat tanpa beban dapat menyebabkan roda belakang terkunci, sehingga mempengaruhi stabilitas. Proportioning valve mengontrol tekanan fluida yang bekerja pada rem belakang untuk mencegah roda belakang terkunci pada kondisi beban apapun, sehingga memastikan aksi pengereman yang positif.

Blend Proportioning Valve (BPV)

    Tekanan master cylinder rendah
Cara kerja saat tekanan master cylinder rendah pada blend proportioning valve sama dengan cara kerja saat tekanan master cylinder rendah pada proportioning valve.

    Tekanan master cylinder sedang
Cara kerja saat tekanan master cylinder sedang pada blend proportioning valve sama dengan cara kerja saat tekanan master cylinder tinggi pada proportioning valve.

     Tekanan master cylinder tinggi
Saat tekanan master cylinder tinggi, by pass valve (II) bekerja, dimana tekanan minyak rem mendorong piston (1) melawan tegangan pegas. Seal tidak menutup saluran (4), sehingga tekanan hidraulis di master cylinder sama dengan wheel cylinder. Pada blend proportioning valve terdapat dua split point.

     5. ANTI-LOCK BRAKE SYSTEM
     Rem anti-lock brake system ini berfungsi untuk mengerem kendaraan dengan cara tidak langsung mengunci (rem-tidak-rem-tidak-dan seterusnya).

     Komponen dan Fungsi :

1. Electrical Line (aliran listrik)
2. Hydraulic Line (aliran fluida)
3. Hydraulic Unit (H/U),
    mendapat perintah dari control unit dan mengatur tekanan minyak pada roda-roda.
4. Control Unit,
  menerima signal dari sensor-sensor kemudian mengkalkulasi dan mengirim signal ke actuator.
5. Front Right Speed Sensor,
  mendeteksi kecepatan roda depan kanan.
6. Front Left Speed Sensor,
  mendeteksi kecepatan roda depan kiri
7. Rear Right Speed Sensor,
  mendeteksi kecepatan roda belakang kanan.
8. Rear Left Speed Sensor,
  mendeteksi kecepatan roda belakang kiri.
9. G Sensor (hanya 4WD),
  mendeteksi akselerasi dan deselerasi kendaraan 10. Transfer Control Unit (hanya 4WD), mendeteksi pengendaraan pada posisi 4 WD atau 2 WD.SISTEM REM

     Rem dibutuhkan tidak hanya untuk memperlambat atau menghentikan kendaraan tetapi juga untuk mengamankannya saat posisi parkir sehingga mencegah terjadinya kecelakaan. Rem kendaraan dibutuhkan untuk memenuhi standar keamanan otomotif karena mereka memiliki hubungan penting dengan keamanan berlalu-lintas.    Rem kendaraan dapat dibagi menjadi service brake dan parking brake. Service brake memiliki foot pedal untuk mengontrol laju kecepatan sedangkan parking brake memiliki lever atau hand grip yang ditarik untuk menahan kendaraan agar diam untuk waktu yang lama. Parking brake juga digunakan sebagai emergency brake. Untuk mendapatkan gaya pengereman yang lebih besar, kendaraan heavy-duty dengan desain terbaru mengadopsi auxiliary brake yang dapat digunakan bersama dengan service brake.

PRINSIP REM

     Prinsip rem adalah merubah energi gerak menjadi energi panas. Umumnya, rem bekerja disebabkan oleh adanya sistem gabungan penekanan melawan sistem gerak putar. Efek pengereman (braking effect) diperoleh dari adanya gesekan yang ditimbulkan antara dua objek/ benda.

TIPE REM

Automotive brake dapat dibagi menjadi sebagai berikut.
    1. PEMBAGIAN MENURUT METODE PENGONTROL
         1.1 Foot brake
         1.2 Hand brake
    2. PEMBAGIAN MENURUT PENGGUNAAN
          2.1 Service brake 2.2 Emergency brake
          2.3 Parking brake
     3. PEMBAGIAN MENURUT POSISI PEMASANGAN
           3.1 Brake pada propeller shaft
           3.2 Brakes pada roda Brake pada roda dapat dibagi lagi menjadi 2 tipe
                 3.2.1 Drum brake
                 3.2.2 Disc brake
      4. PEMBAGIAN MENURUT PRINSIP KERJA
          4.1 Mechanical brake (Rem yang secara mekanis dikontrol menggunakan rod atau kabel)
          4.2 Hydraulic brake (Rem dikontrol oleh tekanan hidrolis)
          4.3 Power brake (Rem dikontrol oleh udara bertekanan)

REM KAKI
Sistem-Rem

      Rem yang dioperasikan secara hidrolis yang paling banyak digunakan pada kendaraan bergantung pada hukum pascal yang menyarankan bahwa tekanan kaki yang bekerja pada brake pedal dirubah melalui master cylinder menjadi tekanan hidrolis yang diteruskan melalui pipa ke wheel cylinder agar menghasilkan efek pengereman.

PENGONTROL REM

1. Master Silinder
Belajar-otomotif

     Master cylinder adalah alat untuk merubah tekanan kaki pada brake pedal menjadi tekanan fluida. Fitur lain dari brake master cylinder assembly termasuk pengisian cepat dari sirkuit hidrolis dengan minyak rem dari reservoir dan kerja dari reaction disc yang meneruskan perubahan tekanan fluida kembali ke brake pedal, memberikan pengemudi respon pedal rem.

     Seperti terlihat dalam gambar, master cylinder desain konvensional terdiri dari fluid reservoir dan cylinder dengan inlet port dimana fluida yang mengalir disuplai dan return port yang mengembalikan fluida ke reservoir. Terpasang pada oil return port adalah check valve yang berfungsi untuk mempertahankan fluida dalam sirkuit rem pada tekanan optimum.

     1.  Tipe Master cylinder tandem
Otomotif

     Primary piston assembly terdiri dari primary secondary cup
cup, and return spring. Secondary piston memiliki primary cup dan dua secondary cup dan return spring yang mengatur secondary piston assembly. Primary dan secondary piston assembly dihubungkan satu sama lain dengan return spring untuk mencegah kesalahan posisi dari primary dan secondary piston.

      Pada secondary piston terdapat return spring, yang ditahan pada posisinya dalam cylinder oleh stopper bolt, dan primary piston dikembalikan oleh spring ke posisi bersinggungan dengan snap ring.
Minyak rem dari fluid reservoir dialirkan melalui fluid passage ke dalam cylinder dimana dialihkan oleh primary dan secondary piston ke front dan rear brake.

      2. Master Vacuum

    master-vacum  adalah booster tipe vacuum yang didesain untuk memperbesar gaya pengereman dengan menggunakan perbedaan tekanan antara vakum dan tekanan atmosfir. Master-vac terpasang antara brake pedal dan master cylinder untuk membantu aksi pengereman dan power section dibuat kompak. Master-vac berfungsi untuk meminimalkan tekanan kaki yang dibutuhkan untuk mengoperasikan brake pedal dan pada power section terdapat control valve dan komponen sensitif untuk memberikan pengemudi respon brake pedal.

Konstruksi
Otomotif


     Master-vac assembly terdiri dari komponen-komponen seperti terlihat di atas. Power cylinder terdiri dari bakelite power piston dan rubber diaphragm. Power cylinder terdiri dari front shell dan rear shell, dimana di antaranya terdapat diaphragm assembly, sehingga bagian dalam dari power cylinder tidak berhubungan dengan udara luar. Chamber antara power cylinder dipisahkan oleh diaphragm juga dipertahankan kedap udara. Power piston assembly diarahkan oleh tube yang pas bergeser dalam rear shell, dan seal pada rear shell berfungsi mempertahankan penyegelan antara rear shell dan guide tube.

     Valve body guard terpasang untuk melindungi guide tube terhadap debu, air dan partikel asing lainnya. Terpasang pada sisi kiri power piston adalah push-rod plunger, pada ujung sisi kanan yang terpasang berlawanan dengan rubber reaction disc dibuat dalam power piston. Reaction disc terbuat dari material elastis untuk mengijinkan pergerakan independent dari power piston dan push-rod. Pushrod plunger diperpanjang melalui bagian sliding front shell disegel dengan plate dan seal assembly. Tekanan negatif masuk ke dalam constant pressure chamber dalam cylinder melalui check valve pada front shell. Valve plunger terpasang pada operating rod langsung berhubungan dengan brake pedal. Valve plunger dan operating rod dikembalikan ke posisi kanan power piston oleh return spring. Vacum valve assembly terpasang pada ujung dari air valve dengan menggunakan vacum valve spring untuk mempertahankan saluran udara tertutup.

     3. VACUUM PUMP

     Garis besar Vacuum pump di-spline langsung ke AC generator dan digerakkan oleh mesin melalui fan belt. Vacuum pump menarik udara dari air tank agar kondisinya bertekanan negatif.

Konstruksi
Belajar-otomotif
     Vacuum pump adalah tipe rotary dengan empat vane terpasang pada radial slot rotor dalam casing. Saat rotor digerakkan, celah antara ujung vane dan pump case berubah-ubah dan mengirimkan udara dari inlet port ke outlet port, menyebabkan sisi inlet menjadi kondisi kevakuman. Vacuum pump cover memiliki oil pipe tempat dimana oli mesin diberikan sedangkan pompa bekerja untuk melumasi komponen yang bekerja. Oli mesin juga bercampur dengan udara yang tertarik oleh pompa untuk menghasilkan sealing dari vane dan oli kemudian dikembalikan ke oil pan. Vane selalu berhubungan dengan dinding dalam casing untuk mempertahankan sealing yang terbuat dari sintered carbon dan lebih keras dari carbon brush untuk alternator, tetapi mereka akan aus lebih cepat dan dapat tergores permukaannya jika dibiarkan beroperasi tanpa pelumasan yang cukup.

     Untuk mencegah keausan, untuk memperbaiki sealing antara vane dan inner wall dari casing dan untuk memberikan komponen yang bergesekan efek pendinginan, oli mesin diberikan pada bagian yang bergesekan dari vane dan casing. Oli mesin dialirkan melalui oil port, ke oil delivery port pada rear end frame dari alternator dan melumasi sliding bearing. Setelah melumasi komponen yang bekerja, oli dikembalikan melewati crankcase mesin, ke oil pump bersama dengan udara. Check valve pada air inlet side vacuum pump berfungsi untuk mencegah aliran berlawanan udara dari vacuum pump ke air tank dan oli dari vacuum pump ke mesin.

     Cara kerja Saat pompa seperti gambar a, udara ditarik ke dalam vacuum pump dari air tank. Setelah pompa bekerja dan sampai kondisi seperti pada gambar b, chamber 1 disegel oleh blade 1 dan 4 yang bersinggungan dengan inner wall dan dalam gambar c, udara yang terjebak dalam chamber dikompresikan. Saat pompa terus berputar sampai pada posisi d, udara bertekanan dialirkan melalui outlet port. Siklus operasi yang sama juga terjadi pada chamber 2, 3 dan 4 untuk menghasilkan vakum dalam air tank.

      4. KATUP PENYEIMBANG (PROPORTIONING VALVE) 

     Distribusi beban pada roda depan dan belakang sangat bervariasi dan khususnya distribusi beban pada roda belakang sangat dipengaruhi oleh kondisi beban. Karena distribusi gaya pengereman pada roda depan dan belakang ditentukan untuk menyediakan aksi pengereman yang paling efektif saat kendaraan beban penuh, pengereman tiba-tiba saat tanpa beban dapat menyebabkan roda belakang terkunci, sehingga mempengaruhi stabilitas. Proportioning valve mengontrol tekanan fluida yang bekerja pada rem belakang untuk mencegah roda belakang terkunci pada kondisi beban apapun, sehingga memastikan aksi pengereman yang positif.

Blend Proportioning Valve (BPV)  
    Tekanan master cylinder rendah
Cara kerja saat tekanan master cylinder rendah pada blend proportioning valve sama dengan cara kerja saat tekanan master cylinder rendah pada proportioning valve.

    Tekanan master cylinder sedang
Cara kerja saat tekanan master cylinder sedang pada blend proportioning valve sama dengan cara kerja saat tekanan master cylinder tinggi pada proportioning valve.
Otomotif

     Tekanan master cylinder tinggi
Saat tekanan master cylinder tinggi, by pass valve (II) bekerja, dimana tekanan minyak rem mendorong piston (1) melawan tegangan pegas. Seal tidak menutup saluran (4), sehingga tekanan hidraulis di master cylinder sama dengan wheel cylinder. Pada blend proportioning valve terdapat dua split point.

     5. ANTI-LOCK BRAKE SYSTEM
     Rem anti-lock brake system ini berfungsi untuk mengerem kendaraan dengan cara tidak langsung mengunci (rem-tidak-rem-tidak-dan seterusnya).
Belajar-otomotif

     Komponen dan Fungsi :

1. Electrical Line (aliran listrik)
2. Hydraulic Line (aliran fluida)
3. Hydraulic Unit (H/U),
    mendapat perintah dari control unit dan mengatur tekanan minyak pada roda-roda.
4. Control Unit,
  menerima signal dari sensor-sensor kemudian mengkalkulasi dan mengirim signal ke actuator.
5. Front Right Speed Sensor,
  mendeteksi kecepatan roda depan kanan.
6. Front Left Speed Sensor,
  mendeteksi kecepatan roda depan kiri
7. Rear Right Speed Sensor,
  mendeteksi kecepatan roda belakang kanan.
8. Rear Left Speed Sensor,
  mendeteksi kecepatan roda belakang kiri.
9. G Sensor (hanya 4WD),
  mendeteksi akselerasi dan deselerasi kendaraan 10. Transfer Control Unit (hanya 4WD), mendeteksi pengendaraan pada posisi 4 WD atau 2 WD.
loading...

Hanya seseorang yang ingin berbagi apa yang dia tahu dan kagumi, semoga bermanfaat untuk kita semua


EmoticonEmoticon